Pengalaman paling berkesan di hidupku, ketika aku menduduki
kelas 9 atau kelas 3 SMP. Kenapa? karena aku menemukan sahabat-sahabat
sejatiku. Pertamanya, memang kita masih agak canggung. Namun, lambat
laun pun kita menjadi akrab. Sebut saja namanya Fildzah Waiz (Fildzah)
dan Aun Rizqin (Aun). Disana, kita selalu curhat 1 sama lain.
Sampe-sampe mereka merasa kecewa, sebab gara-gara ketika itu aku sering
sibuk. Namun, tak apa, untungnya permasalahan itu bisa cepat diatasi.
####
"Inas...." teriak manja Fildzah
"apa Fildzah?" jawab ku
"hehe gapapa. oya, Fildzah pengen curhat dong. ." katanya
"iya sok, apaan?" jawabnya
"tau ga?" tanyanya
"engga." jawabku
"iihhh. . . ." kata Fildzah
"ya kan Fildzah belum ngasih tau juga jeh. haha" kataku
"tapi mau tau engga?" katanya
"mau tau engga ya? mmm . . . ." jawabku yang terpotong
"tuh kan mulai.. hh --" katanya
"hahahahaha becanda ih. apaan atuh sok?" tanyaku
"Inas tau Husna kan? temen eksskulnya Inas itu lho.?" tanyanya
"iya. emang kenapa? suka ya? cieeciee. . haha" kataku
"iihh diem dulu... tadi tuh Fildzah ketemu pas di perpustakaan. Husna
kan ngajak senyum ke Fildzah, masa iya kan kalo ga dibales senyumnya?
yaudah Fildzah juga senyum. Tiba-tiba langsung dicieciein coba sama
Mutalib, temen akrabnya Husna. ihh Fildzah kan malu, banyak orang. Mana
yang lain ikut-ikutan lagi cie-ciein. Langsung aja Fildzah lari kesini."
curhatnya
"eciecie. . tuh kan? kayanya Husna itu suka deh ke Fildzah ;) *tingting hehe" kataku
"ih, ih . . enggaengga." katanya
"ih, bisa aja kali . ." kataku
"ga mungkin" katanya
"mungkin aja kali kalo menurut ALLAH mah :p " kataku
"hhmm.. gatau deh" katanya
****
"Assalamu'alaikum Inas. ." sapa Aun
"Wa'aalaikumsalam Aun." jawabku
"Eh kita shalat dhuha bareng yu? ajaknya
"hayu hayu. . :D eh tapi Aun duluan aja gapapa? Inas mau ajak Fildzah dulu. hehe" kataku
"hhmm yaudah deh sipsip. Aun tunggu di masjid ya. ." katanya
"iya sip. ." kataku
"assalamu'alaikum" katanya
"wa'alaikumsalam" jawabku
####
Ga kerasa udah 1 tahunan aku sahabatan sama mereka berdua. Hingga kejadian yang kuanggap itu mimpi ku pun terjadi
Saat itu ketika pukul 1 dini hari, hari Ahad tanggal 14 Juli 2004.
Aun memiscall ku. Sudah kebiasaan Aun setiap ahad selalu saja
membangunkanku untuk mengajakku shalat malam. Namun, kali ini berbeda.
Ketika ku rijek telfonnya, dia sms padaku.
[Kenapa telfonnya ga diangkat?] -> Aun
[? emangnya kenapa? biasanya juga gitu kan?] -> Inas
[nngg, gapapa. ada yang mau Aun omongin] -> Aun
[yang mau diomongin? wah emang apaan?] -> Inas
[eh,eh engga ko gajadigajadi. hehe. Oya, shalat malem yu?] -> Aun
[hhmm.. yaudah yu, ,] -> Inas
****
Pulang sekolah, Inas ajak Fildzah ke tempat yang teduh, sejuk,
rindang, nyaman, pokonya enak banget deh. tempat itu adalah masjid
Tharwan. kita berdua udah sering kesana setiap pulang sekolah. Dan tanpa
sengajapun kami berdua bertemu dengan Husna dan juga Aun namun dari
kejauhan. Mereka berdua pun sempat melihat kami
[cieee yang lagi di masjid Tharwan berduaan sama Fildzah. . hehe] -> Aun
[hehe iyanih. oya, Aun mau kemana tadi sama Husna?] -> Inas
[Aun lagi anter Husna beli buku di toko Ayoob. hehe] -> Aun
[lho? itu kan tetanggaan sama masjid Tharwan? kenapa ga mampir aja
dulu kesini biar Husna sama Fildzah kan ketemu. haha] -> Inas
[ih, tadi Aun udah ngajak maksa-maksa ke Husna biar kesana. tapi
Husna nya gamau, masalahnya malu ada Fildzah. haha.. eh iyaya, mereka
berdua cocok ya. kenapa ga jadian aja? hhmm haha] -> Aun
[oh gitu. haha iyaya, bener-bener, gatau tah.. hhmm] -> Inas
Setelah sekitar 25 menitan
[assalamu'alaikum Inas? Inas masih di masjid Tharwan ga?] -> Aun
[wa'alaikumsalam, iya ini lagi siap-siap mau pulang ke rumah. ada apa?] -> Inas
[bisa tunggu dulu sebentar disitu? ada hal yang menurut Aun penting] -> Aun
[boleh. .] -> Inas
Aun pun datang
"assalamu'alaikum" sapa Aun
"wa'alaikumsalam" jawabku dan Fildzah berbarengan
"Fildzah, Aun boleh pinjem Inasnya sebentar?" kata Aun
"boleh boleh. kembaliin lagi ya, jangan samapi rusak" kata Fildzah
Aku pun bergeser ke sebelah kiri dari tempat posisi semula kira-kira sejauh 250 cman
"Inas, mungkin Aun mau langsung aja" kata Aun
"langsung apa?" tanyaku keheranan
"sebenarnya Aun suka sama Inas karena ALLAH, Aun cinta sama Inas
karena ALLAH. Aun ingin, kelak nanti bidadari Aun itu adalah Inas.
Maukah Inas jadi pacar Aun?" kata Aun
TEG!! Sontak saja, jantungku pun berdebar menjadi kencang
"ya ALLAH mimpi apa semalam Inas?" gumamku
aku hanya bisa diam dan langsung menundukan kepala. tidak ada sedikit keberanian pun untuk menatap gugupnya ia.
"Inas? Aun ngerti, mungkin ini terlalu cepat. Tapi Aun gamau
terlambat. Aun ngerti, mungkin Inas belum bisa jawab sekarang. Tak apa,
Aun maklumi. ya sudah Aun pamit, udah sore. wassalamu'alaikum. ." kata
Aun
"wa'alaikumsalam" jawabku
"Fildzah, makasih udah memberi waktunya sama Inas. Aun duluan ya. Assalamu'alaikum. ." kata Aun
"iya sama-sama. wa'alaikumsalam" jawab Fildzah
Setelah Aun pergi. Tanpa fikir panjang, akupun langsung curhat sama Fildzah
"hah? masa? ecieeciee.. cocok ko cocok" kata Fildzah
"Inas gatau harus ngerasain bangga, ataupun sedih." kataku
"sedih? oiya Inas kan udah punya komitmen ya. yaudah Inasnya suka juga ga ke Aun?" tanya Fildzah
"gatau" jawabku
####
[assalamu'alaikum Inas? hehe] -> Aun
[wa'alaikumsalam. . :D] -> Inas
[mm, gimana sama jawabannya?] -> Aun
[ma'af, Inas masih butuh waktu] -> Inas
[yaudahdeh gapapa ko :)] -> Aun
****
ketika berpapasan
"assalamu'alaikum Inas, Fildzah" sapa Aun
"wa'alaikumsalam" jawabku dan Fildzah berbarengan
"cieee Inas. ." ejek Fildzah
"Aun, kami duluan ya. assalamu'alaikum" kataku gugup dan menduduk sambil menarik lengan Fildzah
"iya, wa'alaikumsalam" jawab Aun
****
Sudah 25 hari kebelakang dari kejadian itu, Aunpun tak pernah sms ku lagi. Kini ku mulai sadar, ku mulai merasakan kesepian.
"ya ALLAH, apa Aun jenuh ya? iyaya. Inas udah mulai cuek, jutek,
dingin ke Aun. Ya ALLAH ma'afin. ." relungku mencari kesalahanku
"eh, kenapa jadi gini ya? ko aku jadi mikirin Aun gini ya? astaghfirullah" gumam ku
Akhirnya akupun membuat keputusan untuk memberikan surat padanya.
Esoknya, aku minta tolong pada Fildzah untuk memberikan surat ini pada Aun.
Surat itu berisi :
Ma'af sudah terlalu banyak waktu untuk menunggu
Terimakasih sudah jujur mengenai perasaan hatimu padaku
Namun, akupun punya komitmen yang tak bisa diganggu
Itu sudah menjadi tumpuan hidupku
Kita bisa menikmati hidup.
Bukan karena harta.
Bukan pada kesempurnaan diri.
Kita bisa bahagia bersama seorang mencintai dengan kesetiaan.
Bersama sahabat-sahabat yang tulus.
Namun kadang kita berpikir.
Saat kebahagiaan datang.
Ada sedikit berkurang.
Yaitu kegelapan dunia karena kebutaan matanya.
Berharap dapat melihat cahaya terang untuk bahagia dengan kedua matanya.
Sesungguhnya hidup untuk bahagia.
Hanya satu harus kita miliki.
Kepercayaan Diri..!
Sangat membantu mewujudkan makna hidup sebenarnya.
Hindari butanya mata hati.
Untuk duniawi dan kesempurnaan.
Hilangkan kegundahan hati yang akan merusak jasmani.
Bersungguhlah hari ini jangan gelisah akan terjadi besok.
Ma'af, Inas belum bisa nerima Aun jadi pacar Inas
Tapi, Inas harap semoga Aun bisa menjadi pacar Inas setelah perjanjian akad nikahpun terlantunkan
Inas ingin kita ta'arufan ketika akan menikah kelak.
Semoga Aun adalah pilihan terbaik yang ALLAH berikan pada Inas
Semoga Inas adalah bagian dari tulang rusuknya Aun. aamiin
****
Tanpa fikir panjangpun, Aun langsung menemuiku dan berbicara
"Inas, Aun bersedia menjadi pacar Inas setelah akad nikah diucapkan.
Jadi izinkan Aun untuk berta'aruf kelak dengan Inas" kata Aun
":) alhamdulillah. InsyaALLAH, Inas bersedia. InsyaALLAH, Inas akan menjaga akar-akar cinta ini hanya untuk Aun" kataku refleks
":'). alhamdulillah ya ALLAH, terimakasih" kata Aun
":)" kataku
-------------------------THE END-------------------------
(P) Inas : Kebaikan, keramah-tamahan, kelembutan Ziyad : Pertambahan, kelebihan, suatu kelebihan
(L) Aun : Bantuan, pertolongan Rizqin : Rezeki, kurniaan Allah
(P) Fildzah : Belahan hati, belahan jiwa Waiz : Penasihat, mubaligh
(L) Husna : Yang baik
(L) Tharwan : Kekayaan
(L) Ayoob : A Prophets name
*semoga cerpen karangan rika ini bisa diambil hikmah/motivasinya ya.. hehe aamiin.