Merajut waktu dinafasmu,
Deret beban yang mengisi pundakmu . .
Semua berhiaskan senyum tutupi tangis jiwamu dariku.
Di sebuah rumah yang dibilang memprihatinkan terdapat sebuah keluarga yang sangat fanatik. Mereka adalah keluarga bapa Abdul lengkapnya Abdul Alim Syamsi, dan istrinya bernama ibu Burdah lengkapnya Burdah Ibriz Juman. Mereka mempunyai 2 orang anak, yang alhamdulillah keduanya shaleh dan shalehah. Yang pertama adalah laki-laki bernama Thar alias Tharwat Saaduddin umurnya 13 tahun, sekarang ia menduduki bangku kelas 9 MTS Mufeeda Khairin. Sedangkan yang kedua adalah laki-laki pula bernama Izz lengkapnya Izz Rafaat umurnya 8 tahun, sekarang ia menduduki bangku kelas 4 MI Nur Husnina Liwaun Nasari. Ayahnya bekerja hanya sebagai nelayan, sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh cuci baju. Jadi tak heran, yang biasanya anak SMP/MTS dikasih uang jajan Rp.10.000 lebih tapi Thar hanya menerima Rp.4000,- sedangkan adiknya hanya Rp.2000,-. Tapi bagi mereka tidak masalah yang terpenting cita-citanya terwujud.
Ketika langkah itu berlalu,
Hanya senyuman yang engkau hadirkan kejiwaku . .
Melukis langit-langit harap dinafasmu,
Berpayungkan senyumku..
Engkau mulai harimu ketika dunia masih terlelap oleh syahdu mimpinya ..
Hari ini adalah hari Minggu, jadi mereka berdua bekerja dirumah untuk membantu orangtuanya. Ayahnya yang sedang pergi mencari ikan dilautan, ibunya yang sedang berkeliling jalan kalau-kalau ada rumah yang mempersilahkan mencuci bajunya. Thar dan Izz merapihkan semua yang ada dirumah mereka.
"Assalamualaikum" kata Bu Burdah masuk ke dalam rumah
"Waalaikumsalam" jawab Thar dan Izz
"Ibu udah pulang?" tanya Izz
"iya nak, udah ko uhhu..uhhuu" jawab Bu Burdah sambil batuk
"Ibu kenapa? ko pucat?" tanya Thar khawatir
"engga nak, ibu gapapa mungkin ini cuman kecapean aja :')" jawab Bu Burdah
"ibu yakin? tanya Thar lagi
"iya nak, sudah gapapa :). Bapakmu udah pulang belum?" tanya Bu Burdah
"belum bu?" jawab Izz
"oh, yasudah. Ibu izin ke kamar dulu ya nak? :)" kata Bu Burdah
"iya ibu, silahkan :)" kata Izz
Lalu ibunya langsung menuju kamarnya. Terdengar dari luar ibunya sedang sakit parah, ketika Thar akan mengetuk pintu kamar ibunya terdengar suara salam dari luar yang tidak menjadikannya untuk membuka kamar tersebut.
"Assalamualaikum" suara dari arah luar
"Waalaikumsalam, eh Bapak baru pulang ya?" kata Thar
"iya nak, alhamdulillah kita dapet ikan banyak dari kemarin :)" kata Pak Abdul
"berapa pak dapetnya?" kata Izz sambil keluar dari kamarnya
"cuman 4" kata Pak Abdul sambil menunduk
"sudah pak, gapapa kita dapet segitu. Alhamdulillah Allah masih memberi kenikmatan kepada kita, Allah meridhoi kita untuk makan" kata Thar
"iya nak, alhamdulillah kamu sudah dewasa :')" kata Pak Abdul
":)" balas Thar
"oya, ibumu mana?" tanya Pak Abdul
"dikamar pak, tadi ibu pulang dengan wajah yang pucat :(" kata Thar
"astaghfirullah, yu kita ke kamar untuk mengecek ibumu" kata Pak Abdul
"iya pak" kata Thar
tok tok tok "bu, assalamualaikum ini bapak sudah pulang, pintunya dibuka ya bu?" tanya Pak Abdul
"waalaikumsalam uhhu..uhu.. iya pak silahkan buka saja, pintuya tidak ibu kunci ko uhhu..uhuu" jawab Bu Burdah sambil batuk
setelah masuk "astaghfirullah ibu kenapa?" tanya Thar sambil lari kecil menhampiri ibunya, yang terkulai lemas di tempat tidurnya.
"engga nak, ibu gapapa ko :')" jawab Thar
"ibu jangan boong, nanti Allah marah lho?" kata Izz
"iya tuh bu,bener kata Izz. ibu kenapa?" kata Pak Abdul
"ibu cuman kecapean aja ko pak :')uuhuhu.." kata bu Burdah
"Izz, tolong ambilkan air hangat untuk ibu" kata Thar menyuruh adiknya
"iya kak" kata Izz yag langsung pergi meninggalkan mereka
"ini kak minumnya" kata Izz sambil memberikannya
"bu, minum dulu ya, supaya hangat dadanya" kata Thar
"iya, makasih nak" kata Bu Burdah
Angin malam bagai teman setiamu,
Mengukur jalan,berharap secercah nikmat mampu engkau hadirkan kejiwaku..
Kejamnya dunia tiadalah dirasa ..
Tidak terasa, langit sudah gelap. Sehingga Pak Abdul harus pergi meninggalkan keluarganya dan harus berjuang ditengah ombak yang menerkamnya. Esoknya jam 3 dini hari, ayahnya datang dengan lemas.
"Bapak kenapa? sakit lagi?" kata Izz
"engga nak, bapa gak sakit ko. Bapak masih segar gini :(" kata Pak Abdul
"tapi kenapa Bapak terlihat sedih?" kata Thar
"maafkan bapak nak, bapak belum dapat menangkap ikan. Jadi untuk sekarang, gapapa kan kita puasa lagi?" kata Pak Abdul
"yasudah gapapa ko kita puasa lagi, ya ga nak? kita ikhlas ya?" kata Bu Burdah
"iya pak, kita ikhlas ko;)" kata Thar
"oya pak, nanti sore di bale desa kan mau ada acara muludan. Nah ka Thar dan juga Izz ikut perlombaan bidang agama itu pak" kata Izz
"oya? emang ikut lomba apa kalian?" tanya Pak Abdul
"Thar ikut lomba nasyid, sedangkan Izz ikut lomba tilawah" kata Thar
"iya pak, nanti bapak nonton ya?:)" kata Izz
"insyaAllah:)" kata Pak Abdul
Ketika engkau kembali,
Senyumku hadir dekap tubuhmu ..
Tiada derai tangis yang dihadirkan semua ditutupi oleh indahnya senyummu..
Sungguh detik waktu seakan indah ..
Ketika tubuh itu menyentuhku ..
Alhamdulillah pertandingan sudah selesai. Pengumuman pun tiba dan keduanya mendapatkan piala juara 1. Langsung pak Abdul menghampiri mereka dan memeluk mereka. Mereka pun pulang dengan wajah gembira. Mereka langsung menemui ibunya, dan ibunyapun langsung memeluk mereka.
Setiap derai keringat,
Tangis bahkan darah yang kau sembunyikan dariku ..
Hanya satu pinta jiwamu ..
Bahagiakan aku disisa Nafasmu..
Pak Abdul kembali untuk bekerja. Tetapi setelah bapaknya pergi, kondisi ibunya semakin parah. Thar memutuskan untuk tidak pergi ke sekolahnya untuk menjaga ibunya, tetapi Izz harus tetap sekolah. Ketika jam 07.00, ibunya ingin sekali ke kamar mandi ditemani oleh Thar
"nak, bisa antar ibu ke kamar mandi?" tanya Bu Burdah
"iya bu, ibu mau apa?" kata Thar
"ibu mau ambil wudhu, ingin shalat Dhuha nak" kata Bu Burdah
"iya bu, mari" kata Thar
Ketika ibunya sedang shalat, Thar memperhatikannya. Thar sangat terharu pada ibunya, meskipun sedang sakit parah tapi masih sempat uintuk menunaikan shalat sunnat.
"Lho ibu ko sujudnya lama banget ya? apa lagi berdo'a?" gumam Thar
Setelah 30 menit Thar menunggu, tapi ibunya masih tetap sujud
"ya Allah, kenapa ibu?" gumam Thar khawatir
Lalu Thar menghampiri ibunya. Dipegangnya perut sebelah kanan, ternyata ibu tidak bernafas.
"astaghfirullah ibu bangun :'(" tangis Thar
"assalamualaikum" terdengar suara bapak-bapak dari luar
"waalaikumsalam, eh Pak Tsabat. Silahkan masuk pa" kata Thar kepada Pak Tsabat ( Tsabat Qayyum Fahim ) rekan Pak Abdul ketika memancing
"iya, makasih nak. kamu tidak sekolah?" tanya pak Tsabat
"tidak pa. Thar lagi jaga ibu karena sedang sakit, tetapi..." kata Thar yang tidak mau meneruskan perkataannya
"tetapi apa?" tanya Pak Tsabat
"ibu sudah diambil sama Allah :'(" kata Thar
"innalillahiwainna ilaihi roji'un.. sebenarnya bapa juga ingin menyampaikan sesuatu" kata Pak Tsabat
"apa itu pak?" kata Thar
"Bapakmu juga meninggal nak, dia selalu memikirkan kondisi ibumu yang sedang sakit, sehingga dia lupa akan keseimbangan kapalnya dan akhirnya jatuh. Cukup lumayan dalam keadaan laut itu, sehingga bapak juga teman-teman susah untuk mencarinya" kata Pak Tsabat
"astaghfirullah, innailillahi wainnailahiroji'un :'(" kata Thar
"iya nak, yasudah kamu kasih tau adikmu suruh pulang biar nanti bapak yang mengurus almarhum dan almarhumah orangtuamu." kata Pak Tsabat
"iya pak, terimakasih. saya pamit dulu assalamualaikum" kata Thar
Ibu . . Ayah . .
Terima Kasih untuk setiap tetes cinta yang mengalir dinadiku ..
Terima Kasih untuk setiap derai jiwa yang muliakan aku ..
Terima Kasih untuk Kasih sayang yang takkan pernah usai berhembus dijiwaku . .
Merekapun tiba dipemakaman. Suasana sedih menggerogoti hati mereka. Mereka bingung untuk menjalani kehidupan, mereka harus benar-benar menerima kenyataan hidup. Terpaksa, Thar dan juga Izz harus putus sekolah.
Aku buah Cintamu . .
Lantunkan senandung rindu untukmu . .
Hiasi jiwa dengan lafas indah untukmu . .
Untukmu yang sungguh Ku Rindu..
Ibu . . Ayah . .
Semoga Tuhan memberikan kedamaian pada jiwamu . .
Senyumlah,
Putih kasihmu adalah cahaya jiwaku . .
Aku bahagia mengenang kasihmu . .
Nafas syahduku abadi untukMu . .
Senandung jiwa tuk temani engkau disana . .
Thar dan juga Izz kini menjadi penjual koran keliling, hidup mereka susah karena ditinggal oleh orangtuanya. Tapi cita-cita dihatinya tetap membara menjadikan penyemangat hidupnya.
Tunggu Aku,
Kelak kasih indah itu kan persatukan kita . .
Satukan jiwa dalam dekapmu . .
Dalam syahdu syurga kulantunkan rinduku . .
Ketika sedang berjualan
"Izz awas" teriak Thar sambil mendorong Izz ke depan karena hampir ketabrak oleh mobil
Tapi ternyata kejadian yang tak diinginkanpun terjadi. Thar tertabrak mobil oleh seorang pemuda yang sedang mabuk, sedangkan Izz terbentur kepalanya karena terlalu kaget akan dorongan kakanya sehingga Izz tidak bisa menahan diri
UntukMu,
Mutiara jiwaKu . .
Ibu dan Ayah . .
----THE END----
yah, pegel juga ya ternyata,, maaf ya kalo ada kesamaan nama/yang lainnya, kalo jelek atau ada yang mungkin tersinggung/apa, inimah cuman lagi iseng aja akunya.. jangan diketawain ya kalo ga nyambung.. hhehe :D (asli karangan sendiri)
* bagi yang mau tagg, like, comment silahkan aja ya:) terimakasih
wassalamualaikum wr.wb
Deret beban yang mengisi pundakmu . .
Semua berhiaskan senyum tutupi tangis jiwamu dariku.
Di sebuah rumah yang dibilang memprihatinkan terdapat sebuah keluarga yang sangat fanatik. Mereka adalah keluarga bapa Abdul lengkapnya Abdul Alim Syamsi, dan istrinya bernama ibu Burdah lengkapnya Burdah Ibriz Juman. Mereka mempunyai 2 orang anak, yang alhamdulillah keduanya shaleh dan shalehah. Yang pertama adalah laki-laki bernama Thar alias Tharwat Saaduddin umurnya 13 tahun, sekarang ia menduduki bangku kelas 9 MTS Mufeeda Khairin. Sedangkan yang kedua adalah laki-laki pula bernama Izz lengkapnya Izz Rafaat umurnya 8 tahun, sekarang ia menduduki bangku kelas 4 MI Nur Husnina Liwaun Nasari. Ayahnya bekerja hanya sebagai nelayan, sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh cuci baju. Jadi tak heran, yang biasanya anak SMP/MTS dikasih uang jajan Rp.10.000 lebih tapi Thar hanya menerima Rp.4000,- sedangkan adiknya hanya Rp.2000,-. Tapi bagi mereka tidak masalah yang terpenting cita-citanya terwujud.
Ketika langkah itu berlalu,
Hanya senyuman yang engkau hadirkan kejiwaku . .
Melukis langit-langit harap dinafasmu,
Berpayungkan senyumku..
Engkau mulai harimu ketika dunia masih terlelap oleh syahdu mimpinya ..
Hari ini adalah hari Minggu, jadi mereka berdua bekerja dirumah untuk membantu orangtuanya. Ayahnya yang sedang pergi mencari ikan dilautan, ibunya yang sedang berkeliling jalan kalau-kalau ada rumah yang mempersilahkan mencuci bajunya. Thar dan Izz merapihkan semua yang ada dirumah mereka.
"Assalamualaikum" kata Bu Burdah masuk ke dalam rumah
"Waalaikumsalam" jawab Thar dan Izz
"Ibu udah pulang?" tanya Izz
"iya nak, udah ko uhhu..uhhuu" jawab Bu Burdah sambil batuk
"Ibu kenapa? ko pucat?" tanya Thar khawatir
"engga nak, ibu gapapa mungkin ini cuman kecapean aja :')" jawab Bu Burdah
"ibu yakin? tanya Thar lagi
"iya nak, sudah gapapa :). Bapakmu udah pulang belum?" tanya Bu Burdah
"belum bu?" jawab Izz
"oh, yasudah. Ibu izin ke kamar dulu ya nak? :)" kata Bu Burdah
"iya ibu, silahkan :)" kata Izz
Lalu ibunya langsung menuju kamarnya. Terdengar dari luar ibunya sedang sakit parah, ketika Thar akan mengetuk pintu kamar ibunya terdengar suara salam dari luar yang tidak menjadikannya untuk membuka kamar tersebut.
"Assalamualaikum" suara dari arah luar
"Waalaikumsalam, eh Bapak baru pulang ya?" kata Thar
"iya nak, alhamdulillah kita dapet ikan banyak dari kemarin :)" kata Pak Abdul
"berapa pak dapetnya?" kata Izz sambil keluar dari kamarnya
"cuman 4" kata Pak Abdul sambil menunduk
"sudah pak, gapapa kita dapet segitu. Alhamdulillah Allah masih memberi kenikmatan kepada kita, Allah meridhoi kita untuk makan" kata Thar
"iya nak, alhamdulillah kamu sudah dewasa :')" kata Pak Abdul
":)" balas Thar
"oya, ibumu mana?" tanya Pak Abdul
"dikamar pak, tadi ibu pulang dengan wajah yang pucat :(" kata Thar
"astaghfirullah, yu kita ke kamar untuk mengecek ibumu" kata Pak Abdul
"iya pak" kata Thar
tok tok tok "bu, assalamualaikum ini bapak sudah pulang, pintunya dibuka ya bu?" tanya Pak Abdul
"waalaikumsalam uhhu..uhu.. iya pak silahkan buka saja, pintuya tidak ibu kunci ko uhhu..uhuu" jawab Bu Burdah sambil batuk
setelah masuk "astaghfirullah ibu kenapa?" tanya Thar sambil lari kecil menhampiri ibunya, yang terkulai lemas di tempat tidurnya.
"engga nak, ibu gapapa ko :')" jawab Thar
"ibu jangan boong, nanti Allah marah lho?" kata Izz
"iya tuh bu,bener kata Izz. ibu kenapa?" kata Pak Abdul
"ibu cuman kecapean aja ko pak :')uuhuhu.." kata bu Burdah
"Izz, tolong ambilkan air hangat untuk ibu" kata Thar menyuruh adiknya
"iya kak" kata Izz yag langsung pergi meninggalkan mereka
"ini kak minumnya" kata Izz sambil memberikannya
"bu, minum dulu ya, supaya hangat dadanya" kata Thar
"iya, makasih nak" kata Bu Burdah
Angin malam bagai teman setiamu,
Mengukur jalan,berharap secercah nikmat mampu engkau hadirkan kejiwaku..
Kejamnya dunia tiadalah dirasa ..
Tidak terasa, langit sudah gelap. Sehingga Pak Abdul harus pergi meninggalkan keluarganya dan harus berjuang ditengah ombak yang menerkamnya. Esoknya jam 3 dini hari, ayahnya datang dengan lemas.
"Bapak kenapa? sakit lagi?" kata Izz
"engga nak, bapa gak sakit ko. Bapak masih segar gini :(" kata Pak Abdul
"tapi kenapa Bapak terlihat sedih?" kata Thar
"maafkan bapak nak, bapak belum dapat menangkap ikan. Jadi untuk sekarang, gapapa kan kita puasa lagi?" kata Pak Abdul
"yasudah gapapa ko kita puasa lagi, ya ga nak? kita ikhlas ya?" kata Bu Burdah
"iya pak, kita ikhlas ko;)" kata Thar
"oya pak, nanti sore di bale desa kan mau ada acara muludan. Nah ka Thar dan juga Izz ikut perlombaan bidang agama itu pak" kata Izz
"oya? emang ikut lomba apa kalian?" tanya Pak Abdul
"Thar ikut lomba nasyid, sedangkan Izz ikut lomba tilawah" kata Thar
"iya pak, nanti bapak nonton ya?:)" kata Izz
"insyaAllah:)" kata Pak Abdul
Ketika engkau kembali,
Senyumku hadir dekap tubuhmu ..
Tiada derai tangis yang dihadirkan semua ditutupi oleh indahnya senyummu..
Sungguh detik waktu seakan indah ..
Ketika tubuh itu menyentuhku ..
Alhamdulillah pertandingan sudah selesai. Pengumuman pun tiba dan keduanya mendapatkan piala juara 1. Langsung pak Abdul menghampiri mereka dan memeluk mereka. Mereka pun pulang dengan wajah gembira. Mereka langsung menemui ibunya, dan ibunyapun langsung memeluk mereka.
Setiap derai keringat,
Tangis bahkan darah yang kau sembunyikan dariku ..
Hanya satu pinta jiwamu ..
Bahagiakan aku disisa Nafasmu..
Pak Abdul kembali untuk bekerja. Tetapi setelah bapaknya pergi, kondisi ibunya semakin parah. Thar memutuskan untuk tidak pergi ke sekolahnya untuk menjaga ibunya, tetapi Izz harus tetap sekolah. Ketika jam 07.00, ibunya ingin sekali ke kamar mandi ditemani oleh Thar
"nak, bisa antar ibu ke kamar mandi?" tanya Bu Burdah
"iya bu, ibu mau apa?" kata Thar
"ibu mau ambil wudhu, ingin shalat Dhuha nak" kata Bu Burdah
"iya bu, mari" kata Thar
Ketika ibunya sedang shalat, Thar memperhatikannya. Thar sangat terharu pada ibunya, meskipun sedang sakit parah tapi masih sempat uintuk menunaikan shalat sunnat.
"Lho ibu ko sujudnya lama banget ya? apa lagi berdo'a?" gumam Thar
Setelah 30 menit Thar menunggu, tapi ibunya masih tetap sujud
"ya Allah, kenapa ibu?" gumam Thar khawatir
Lalu Thar menghampiri ibunya. Dipegangnya perut sebelah kanan, ternyata ibu tidak bernafas.
"astaghfirullah ibu bangun :'(" tangis Thar
"assalamualaikum" terdengar suara bapak-bapak dari luar
"waalaikumsalam, eh Pak Tsabat. Silahkan masuk pa" kata Thar kepada Pak Tsabat ( Tsabat Qayyum Fahim ) rekan Pak Abdul ketika memancing
"iya, makasih nak. kamu tidak sekolah?" tanya pak Tsabat
"tidak pa. Thar lagi jaga ibu karena sedang sakit, tetapi..." kata Thar yang tidak mau meneruskan perkataannya
"tetapi apa?" tanya Pak Tsabat
"ibu sudah diambil sama Allah :'(" kata Thar
"innalillahiwainna ilaihi roji'un.. sebenarnya bapa juga ingin menyampaikan sesuatu" kata Pak Tsabat
"apa itu pak?" kata Thar
"Bapakmu juga meninggal nak, dia selalu memikirkan kondisi ibumu yang sedang sakit, sehingga dia lupa akan keseimbangan kapalnya dan akhirnya jatuh. Cukup lumayan dalam keadaan laut itu, sehingga bapak juga teman-teman susah untuk mencarinya" kata Pak Tsabat
"astaghfirullah, innailillahi wainnailahiroji'un :'(" kata Thar
"iya nak, yasudah kamu kasih tau adikmu suruh pulang biar nanti bapak yang mengurus almarhum dan almarhumah orangtuamu." kata Pak Tsabat
"iya pak, terimakasih. saya pamit dulu assalamualaikum" kata Thar
Ibu . . Ayah . .
Terima Kasih untuk setiap tetes cinta yang mengalir dinadiku ..
Terima Kasih untuk setiap derai jiwa yang muliakan aku ..
Terima Kasih untuk Kasih sayang yang takkan pernah usai berhembus dijiwaku . .
Merekapun tiba dipemakaman. Suasana sedih menggerogoti hati mereka. Mereka bingung untuk menjalani kehidupan, mereka harus benar-benar menerima kenyataan hidup. Terpaksa, Thar dan juga Izz harus putus sekolah.
Aku buah Cintamu . .
Lantunkan senandung rindu untukmu . .
Hiasi jiwa dengan lafas indah untukmu . .
Untukmu yang sungguh Ku Rindu..
Ibu . . Ayah . .
Semoga Tuhan memberikan kedamaian pada jiwamu . .
Senyumlah,
Putih kasihmu adalah cahaya jiwaku . .
Aku bahagia mengenang kasihmu . .
Nafas syahduku abadi untukMu . .
Senandung jiwa tuk temani engkau disana . .
Thar dan juga Izz kini menjadi penjual koran keliling, hidup mereka susah karena ditinggal oleh orangtuanya. Tapi cita-cita dihatinya tetap membara menjadikan penyemangat hidupnya.
Tunggu Aku,
Kelak kasih indah itu kan persatukan kita . .
Satukan jiwa dalam dekapmu . .
Dalam syahdu syurga kulantunkan rinduku . .
Ketika sedang berjualan
"Izz awas" teriak Thar sambil mendorong Izz ke depan karena hampir ketabrak oleh mobil
Tapi ternyata kejadian yang tak diinginkanpun terjadi. Thar tertabrak mobil oleh seorang pemuda yang sedang mabuk, sedangkan Izz terbentur kepalanya karena terlalu kaget akan dorongan kakanya sehingga Izz tidak bisa menahan diri
UntukMu,
Mutiara jiwaKu . .
Ibu dan Ayah . .
----THE END----
yah, pegel juga ya ternyata,, maaf ya kalo ada kesamaan nama/yang lainnya, kalo jelek atau ada yang mungkin tersinggung/apa, inimah cuman lagi iseng aja akunya.. jangan diketawain ya kalo ga nyambung.. hhehe :D (asli karangan sendiri)
* bagi yang mau tagg, like, comment silahkan aja ya:) terimakasih
wassalamualaikum wr.wb