Selasa, 23 Oktober 2012

Hidup Bahagia

Pengalaman paling berkesan di hidupku, ketika aku menduduki kelas 9 atau kelas 3 SMP. Kenapa? karena aku menemukan sahabat-sahabat sejatiku. Pertamanya, memang kita masih agak canggung. Namun, lambat laun pun kita menjadi akrab. Sebut saja namanya Fildzah Waiz (Fildzah) dan Aun Rizqin (Aun). Disana, kita selalu curhat 1 sama lain. Sampe-sampe mereka merasa kecewa, sebab gara-gara ketika itu aku sering sibuk. Namun, tak apa, untungnya permasalahan itu bisa cepat diatasi.

                                                                                            ####

"Inas...." teriak manja Fildzah
"apa Fildzah?" jawab ku
"hehe gapapa. oya, Fildzah pengen curhat dong. ." katanya
"iya sok, apaan?" jawabnya
"tau ga?" tanyanya
"engga." jawabku
"iihhh. . . ." kata Fildzah
"ya kan Fildzah belum ngasih tau juga jeh. haha" kataku
"tapi mau tau engga?" katanya
"mau tau engga ya? mmm . . . ." jawabku yang terpotong
"tuh kan mulai.. hh --" katanya
"hahahahaha becanda ih. apaan atuh sok?" tanyaku
"Inas tau Husna kan? temen eksskulnya Inas itu lho.?" tanyanya
"iya. emang kenapa? suka ya? cieeciee. . haha" kataku
"iihh diem dulu... tadi tuh Fildzah ketemu pas di perpustakaan. Husna kan ngajak senyum ke Fildzah, masa iya kan kalo ga dibales senyumnya? yaudah Fildzah juga senyum. Tiba-tiba langsung dicieciein coba sama Mutalib, temen akrabnya Husna. ihh Fildzah kan malu, banyak orang. Mana yang lain ikut-ikutan lagi cie-ciein. Langsung aja Fildzah lari kesini." curhatnya
"eciecie. . tuh kan? kayanya Husna itu suka deh ke Fildzah ;) *tingting hehe" kataku
"ih, ih .  . enggaengga." katanya
"ih, bisa aja kali  . ." kataku
"ga mungkin" katanya
"mungkin aja kali kalo menurut ALLAH mah :p " kataku
"hhmm.. gatau deh" katanya
                                                                                                    ****
"Assalamu'alaikum Inas. ." sapa Aun
"Wa'aalaikumsalam Aun." jawabku
"Eh kita shalat dhuha bareng yu? ajaknya
"hayu hayu. . :D eh tapi Aun duluan aja gapapa? Inas mau ajak Fildzah dulu. hehe" kataku
"hhmm yaudah deh sipsip. Aun tunggu di masjid ya. ." katanya
"iya sip. ." kataku
"assalamu'alaikum" katanya
"wa'alaikumsalam" jawabku

                                                                                               ####

Ga kerasa udah 1 tahunan aku sahabatan sama mereka berdua. Hingga kejadian yang kuanggap itu mimpi ku pun terjadi
Saat itu ketika pukul 1 dini hari, hari Ahad tanggal 14 Juli 2004. Aun memiscall ku. Sudah kebiasaan Aun setiap ahad selalu saja membangunkanku untuk mengajakku shalat malam. Namun, kali ini berbeda. Ketika ku rijek telfonnya, dia sms padaku.
[Kenapa telfonnya ga diangkat?] -> Aun
[? emangnya kenapa? biasanya juga gitu kan?] -> Inas
[nngg, gapapa. ada yang mau Aun omongin] -> Aun
[yang mau diomongin? wah emang apaan?] -> Inas
[eh,eh engga ko gajadigajadi. hehe. Oya, shalat malem yu?] -> Aun
[hhmm.. yaudah yu, ,] -> Inas
                                                                                                 ****
Pulang sekolah, Inas ajak Fildzah ke tempat yang teduh, sejuk, rindang, nyaman, pokonya enak banget deh. tempat itu adalah masjid Tharwan. kita berdua udah sering kesana setiap pulang sekolah. Dan tanpa sengajapun kami berdua bertemu dengan Husna dan juga Aun namun dari kejauhan. Mereka berdua pun sempat melihat kami
[cieee yang lagi di masjid Tharwan berduaan sama Fildzah. . hehe] -> Aun
[hehe iyanih. oya, Aun mau kemana tadi sama Husna?] -> Inas
[Aun lagi anter Husna beli buku di toko Ayoob. hehe] -> Aun
[lho? itu kan tetanggaan sama masjid Tharwan? kenapa ga mampir aja dulu kesini biar Husna sama Fildzah kan ketemu. haha] -> Inas
[ih, tadi Aun udah ngajak maksa-maksa ke Husna biar kesana. tapi Husna nya gamau, masalahnya malu ada Fildzah. haha.. eh iyaya, mereka berdua cocok ya. kenapa ga jadian aja? hhmm haha] -> Aun
[oh gitu. haha iyaya, bener-bener, gatau tah.. hhmm] -> Inas
Setelah sekitar 25 menitan
[assalamu'alaikum Inas? Inas masih di masjid Tharwan ga?] -> Aun
[wa'alaikumsalam, iya ini lagi siap-siap mau pulang ke rumah. ada apa?] -> Inas
[bisa tunggu dulu sebentar disitu? ada hal yang menurut Aun penting] -> Aun
[boleh. .] -> Inas
Aun pun datang
"assalamu'alaikum" sapa Aun
"wa'alaikumsalam" jawabku dan Fildzah berbarengan
"Fildzah, Aun boleh pinjem Inasnya sebentar?" kata Aun
"boleh boleh. kembaliin lagi ya, jangan samapi rusak" kata Fildzah
Aku pun bergeser ke sebelah kiri dari tempat posisi semula kira-kira sejauh 250 cman
"Inas, mungkin Aun mau langsung aja" kata Aun
"langsung apa?" tanyaku keheranan
"sebenarnya Aun suka sama Inas karena ALLAH, Aun cinta sama Inas karena ALLAH. Aun ingin, kelak nanti bidadari Aun itu adalah Inas. Maukah Inas jadi pacar Aun?" kata Aun
TEG!! Sontak saja, jantungku pun berdebar menjadi kencang
"ya ALLAH mimpi apa semalam Inas?" gumamku
aku hanya bisa diam dan langsung menundukan kepala. tidak ada sedikit keberanian pun untuk menatap gugupnya ia.
"Inas? Aun ngerti, mungkin ini terlalu cepat. Tapi Aun gamau terlambat. Aun ngerti, mungkin Inas belum bisa jawab sekarang. Tak apa, Aun maklumi. ya sudah Aun pamit, udah sore. wassalamu'alaikum. ." kata Aun
"wa'alaikumsalam" jawabku
"Fildzah, makasih udah memberi waktunya sama Inas. Aun duluan ya. Assalamu'alaikum. ." kata Aun
"iya sama-sama. wa'alaikumsalam" jawab Fildzah
Setelah Aun pergi. Tanpa fikir panjang, akupun langsung curhat sama Fildzah
"hah? masa? ecieeciee.. cocok ko cocok" kata Fildzah
"Inas gatau harus ngerasain bangga, ataupun sedih." kataku
"sedih? oiya Inas kan udah punya komitmen ya. yaudah Inasnya suka juga ga ke Aun?" tanya Fildzah
"gatau" jawabku

                                                                                           ####

[assalamu'alaikum Inas? hehe] -> Aun
[wa'alaikumsalam. . :D] -> Inas
[mm, gimana sama jawabannya?] -> Aun
[ma'af, Inas masih butuh waktu] -> Inas
[yaudahdeh gapapa ko :)] -> Aun
                                                                                            ****
ketika berpapasan
"assalamu'alaikum Inas, Fildzah" sapa Aun
"wa'alaikumsalam" jawabku dan Fildzah berbarengan
"cieee Inas. ." ejek Fildzah
"Aun, kami duluan ya. assalamu'alaikum" kataku gugup dan menduduk sambil menarik lengan Fildzah
"iya, wa'alaikumsalam" jawab Aun
                                                                                             ****
Sudah 25 hari kebelakang dari kejadian itu, Aunpun tak pernah sms ku lagi. Kini ku mulai sadar, ku mulai merasakan kesepian.
"ya ALLAH, apa Aun jenuh ya? iyaya. Inas udah mulai cuek, jutek, dingin ke Aun. Ya ALLAH ma'afin. ." relungku mencari kesalahanku
"eh, kenapa jadi gini ya? ko aku jadi mikirin Aun gini ya? astaghfirullah" gumam ku
Akhirnya akupun membuat keputusan untuk memberikan surat padanya.
Esoknya, aku minta tolong pada Fildzah untuk memberikan surat ini pada Aun.
Surat itu berisi :
Ma'af sudah terlalu banyak waktu untuk menunggu
Terimakasih sudah jujur mengenai perasaan hatimu padaku
Namun, akupun punya komitmen yang tak bisa diganggu
Itu sudah menjadi tumpuan hidupku

Kita bisa menikmati hidup.
Bukan karena harta.
Bukan pada kesempurnaan diri.
Kita bisa bahagia bersama seorang mencintai dengan kesetiaan.
Bersama sahabat-sahabat yang tulus.

Namun kadang kita berpikir.
Saat kebahagiaan datang.
Ada sedikit berkurang.
Yaitu kegelapan dunia karena kebutaan matanya.
Berharap dapat melihat cahaya terang untuk bahagia dengan kedua matanya.

Sesungguhnya hidup untuk bahagia.
Hanya satu harus kita miliki.
Kepercayaan Diri..!
Sangat membantu mewujudkan makna hidup sebenarnya.

Hindari butanya mata hati.
Untuk duniawi dan kesempurnaan.
Hilangkan kegundahan hati yang akan merusak jasmani.
Bersungguhlah hari ini jangan gelisah akan terjadi besok.

Ma'af, Inas belum bisa nerima Aun jadi pacar Inas
Tapi, Inas harap semoga Aun bisa menjadi pacar Inas setelah perjanjian akad nikahpun terlantunkan
Inas ingin kita ta'arufan ketika akan menikah kelak.
Semoga Aun adalah pilihan terbaik yang ALLAH berikan pada Inas
Semoga Inas adalah bagian dari tulang rusuknya Aun. aamiin
                                                                                          ****
Tanpa fikir panjangpun, Aun langsung menemuiku dan berbicara
"Inas, Aun bersedia menjadi pacar Inas setelah akad nikah diucapkan. Jadi izinkan Aun untuk berta'aruf kelak dengan Inas" kata Aun
":) alhamdulillah. InsyaALLAH, Inas bersedia. InsyaALLAH, Inas akan menjaga akar-akar cinta ini hanya untuk Aun" kataku refleks
":'). alhamdulillah ya ALLAH, terimakasih" kata Aun
":)" kataku

                                      -------------------------THE END-------------------------

(P) Inas : Kebaikan, keramah-tamahan, kelembutan           Ziyad : Pertambahan, kelebihan, suatu kelebihan
(L) Aun : Bantuan, pertolongan                                      Rizqin : Rezeki, kurniaan Allah
(P) Fildzah : Belahan hati, belahan jiwa                             Waiz : Penasihat, mubaligh
(L) Husna : Yang baik
(L) Tharwan : Kekayaan
(L) Ayoob : A Prophets name
*semoga cerpen karangan rika ini bisa diambil hikmah/motivasinya ya.. hehe aamiin.

Jumat, 24 Februari 2012

MENGENANGMU

Merajut waktu dinafasmu,
Deret beban yang mengisi pundakmu . .
Semua berhiaskan senyum tutupi tangis jiwamu dariku.


Di sebuah rumah yang dibilang memprihatinkan terdapat sebuah keluarga yang sangat fanatik. Mereka adalah keluarga bapa Abdul lengkapnya Abdul Alim Syamsi, dan istrinya bernama ibu Burdah lengkapnya Burdah Ibriz Juman. Mereka mempunyai 2 orang anak, yang alhamdulillah keduanya shaleh dan shalehah. Yang pertama adalah laki-laki bernama Thar alias Tharwat Saaduddin umurnya 13 tahun, sekarang ia menduduki bangku kelas 9 MTS Mufeeda Khairin. Sedangkan yang kedua adalah laki-laki pula bernama Izz lengkapnya Izz Rafaat umurnya 8 tahun, sekarang ia menduduki bangku kelas 4 MI Nur Husnina Liwaun Nasari. Ayahnya bekerja hanya sebagai nelayan, sedangkan ibunya bekerja sebagai buruh cuci baju. Jadi tak heran, yang biasanya anak SMP/MTS dikasih uang jajan Rp.10.000 lebih tapi Thar hanya menerima Rp.4000,- sedangkan adiknya hanya Rp.2000,-. Tapi bagi mereka tidak masalah yang terpenting cita-citanya terwujud.



Ketika langkah itu berlalu,
Hanya senyuman yang engkau hadirkan kejiwaku . .
Melukis langit-langit harap dinafasmu,
Berpayungkan senyumku..
Engkau mulai harimu ketika dunia masih terlelap oleh syahdu mimpinya ..


Hari ini adalah hari Minggu, jadi mereka berdua bekerja dirumah untuk membantu orangtuanya. Ayahnya yang sedang pergi mencari ikan dilautan, ibunya yang sedang berkeliling jalan kalau-kalau ada rumah yang mempersilahkan mencuci bajunya. Thar dan Izz merapihkan semua yang ada dirumah mereka.
"Assalamualaikum" kata Bu Burdah masuk ke dalam rumah
"Waalaikumsalam" jawab Thar dan Izz
"Ibu udah pulang?" tanya Izz
"iya nak, udah ko uhhu..uhhuu" jawab Bu Burdah sambil batuk
"Ibu kenapa? ko pucat?" tanya Thar khawatir
"engga nak, ibu gapapa mungkin ini cuman kecapean aja :')" jawab Bu Burdah
"ibu yakin? tanya Thar lagi
"iya nak, sudah gapapa :). Bapakmu udah pulang belum?" tanya Bu Burdah
"belum bu?" jawab Izz
"oh, yasudah. Ibu izin ke kamar dulu ya nak? :)" kata Bu Burdah
"iya ibu, silahkan :)" kata Izz
Lalu ibunya langsung menuju kamarnya. Terdengar dari luar ibunya sedang sakit parah, ketika Thar akan mengetuk pintu kamar ibunya terdengar suara salam dari luar yang tidak menjadikannya untuk membuka kamar tersebut.
"Assalamualaikum" suara dari arah luar
"Waalaikumsalam, eh Bapak baru pulang ya?" kata Thar
"iya nak, alhamdulillah kita dapet ikan banyak dari kemarin :)" kata Pak Abdul
"berapa pak dapetnya?" kata Izz sambil keluar dari kamarnya
"cuman 4" kata Pak Abdul sambil menunduk
"sudah pak, gapapa kita dapet segitu. Alhamdulillah Allah masih memberi kenikmatan kepada kita, Allah meridhoi kita untuk makan" kata Thar
"iya nak, alhamdulillah kamu sudah dewasa :')" kata Pak Abdul
":)" balas Thar
"oya, ibumu mana?" tanya Pak Abdul
"dikamar pak, tadi ibu pulang dengan wajah yang pucat :(" kata Thar
"astaghfirullah, yu kita ke kamar untuk mengecek ibumu" kata Pak Abdul
"iya pak" kata Thar
tok tok tok "bu, assalamualaikum ini bapak sudah pulang, pintunya dibuka ya bu?" tanya Pak Abdul
"waalaikumsalam uhhu..uhu.. iya pak silahkan buka saja, pintuya tidak ibu kunci ko uhhu..uhuu" jawab Bu Burdah sambil batuk
setelah masuk "astaghfirullah ibu kenapa?" tanya Thar sambil lari kecil menhampiri ibunya, yang terkulai lemas di tempat tidurnya.
"engga nak, ibu gapapa ko :')" jawab Thar
"ibu jangan boong, nanti Allah marah lho?" kata Izz
"iya tuh bu,bener kata Izz. ibu kenapa?" kata Pak Abdul
"ibu cuman kecapean aja ko pak :')uuhuhu.." kata bu Burdah
"Izz, tolong ambilkan air hangat untuk ibu" kata Thar menyuruh adiknya
"iya kak" kata Izz yag langsung pergi meninggalkan mereka
"ini kak minumnya" kata Izz sambil memberikannya
"bu, minum dulu ya, supaya hangat dadanya" kata Thar
"iya, makasih nak" kata Bu Burdah


Angin malam bagai teman setiamu,

Mengukur jalan,berharap secercah nikmat mampu engkau hadirkan kejiwaku..
Kejamnya dunia tiadalah dirasa ..


Tidak terasa, langit sudah gelap. Sehingga Pak Abdul harus pergi meninggalkan keluarganya dan harus berjuang ditengah ombak yang menerkamnya. Esoknya jam 3 dini hari, ayahnya datang dengan lemas.
"Bapak kenapa? sakit lagi?" kata Izz
"engga nak, bapa gak sakit ko. Bapak masih segar gini :(" kata Pak Abdul
"tapi kenapa Bapak terlihat sedih?" kata Thar
"maafkan bapak nak, bapak belum dapat menangkap ikan. Jadi untuk sekarang, gapapa kan kita puasa lagi?" kata Pak Abdul
"yasudah gapapa ko kita puasa lagi, ya ga nak? kita ikhlas ya?" kata Bu Burdah
"iya pak, kita ikhlas ko;)" kata Thar
"oya pak, nanti sore di bale desa kan mau ada acara muludan. Nah ka Thar dan juga Izz ikut perlombaan bidang agama itu pak" kata Izz
"oya? emang ikut lomba apa kalian?" tanya Pak Abdul
"Thar ikut lomba nasyid, sedangkan Izz ikut lomba tilawah" kata Thar
"iya pak, nanti bapak nonton ya?:)" kata Izz
"insyaAllah:)" kata Pak Abdul



Ketika engkau kembali,
Senyumku hadir dekap tubuhmu ..
Tiada derai tangis yang dihadirkan semua ditutupi oleh indahnya senyummu..
Sungguh detik waktu seakan indah ..
Ketika tubuh itu menyentuhku ..


Alhamdulillah pertandingan sudah selesai. Pengumuman pun tiba dan keduanya mendapatkan piala juara 1. Langsung pak Abdul menghampiri mereka dan memeluk mereka. Mereka pun pulang dengan wajah gembira. Mereka langsung menemui ibunya, dan ibunyapun langsung memeluk mereka.



Setiap derai keringat,
Tangis bahkan darah yang kau sembunyikan dariku ..
Hanya satu pinta jiwamu ..
Bahagiakan aku disisa Nafasmu..


Pak Abdul kembali untuk bekerja. Tetapi setelah bapaknya pergi, kondisi ibunya semakin parah. Thar memutuskan untuk tidak pergi ke sekolahnya untuk menjaga ibunya, tetapi Izz harus tetap sekolah. Ketika jam 07.00, ibunya ingin sekali ke kamar mandi ditemani oleh Thar
"nak, bisa antar ibu ke kamar mandi?" tanya Bu Burdah
"iya bu, ibu mau apa?" kata Thar
"ibu mau ambil wudhu, ingin shalat Dhuha nak" kata Bu Burdah
"iya bu, mari" kata Thar
Ketika ibunya sedang shalat, Thar memperhatikannya. Thar sangat terharu pada ibunya, meskipun sedang sakit parah tapi masih sempat uintuk menunaikan shalat sunnat.
"Lho ibu ko sujudnya lama banget ya? apa lagi berdo'a?" gumam Thar
Setelah 30 menit Thar menunggu, tapi ibunya masih tetap sujud
"ya Allah, kenapa ibu?" gumam Thar khawatir
Lalu Thar menghampiri ibunya. Dipegangnya perut sebelah kanan, ternyata ibu tidak bernafas.
"astaghfirullah ibu bangun :'(" tangis Thar
"assalamualaikum" terdengar suara bapak-bapak dari luar
"waalaikumsalam, eh Pak Tsabat. Silahkan masuk pa" kata Thar kepada Pak Tsabat ( Tsabat Qayyum Fahim ) rekan Pak Abdul ketika memancing
"iya, makasih nak. kamu tidak sekolah?" tanya pak Tsabat
"tidak pa. Thar lagi jaga ibu karena sedang sakit, tetapi..." kata Thar yang tidak mau meneruskan perkataannya
"tetapi apa?" tanya Pak Tsabat
"ibu sudah diambil sama Allah :'(" kata Thar
"innalillahiwainna ilaihi roji'un.. sebenarnya bapa juga ingin menyampaikan sesuatu" kata Pak Tsabat
"apa itu pak?" kata Thar
"Bapakmu juga meninggal nak, dia selalu memikirkan kondisi ibumu yang sedang sakit, sehingga dia lupa akan keseimbangan kapalnya dan akhirnya jatuh. Cukup lumayan dalam keadaan laut itu, sehingga bapak juga teman-teman susah untuk mencarinya" kata Pak Tsabat
"astaghfirullah, innailillahi wainnailahiroji'un :'(" kata Thar
"iya nak, yasudah kamu kasih tau adikmu suruh pulang biar nanti bapak yang mengurus almarhum dan almarhumah orangtuamu." kata Pak Tsabat
"iya pak, terimakasih. saya pamit dulu assalamualaikum" kata Thar


Ibu . . Ayah . .

Terima Kasih untuk setiap tetes cinta yang mengalir dinadiku ..
Terima Kasih untuk setiap derai jiwa yang muliakan aku ..
Terima Kasih untuk Kasih sayang yang takkan pernah usai berhembus dijiwaku . .


Merekapun tiba dipemakaman. Suasana sedih menggerogoti hati mereka. Mereka bingung untuk menjalani kehidupan, mereka harus benar-benar menerima kenyataan hidup. Terpaksa, Thar dan juga Izz harus putus sekolah.



Aku buah Cintamu . .
Lantunkan senandung rindu untukmu . .
Hiasi jiwa dengan lafas indah untukmu . .
Untukmu yang sungguh Ku Rindu..
Ibu . . Ayah . .
Semoga Tuhan memberikan kedamaian pada jiwamu . .
Senyumlah,
Putih kasihmu adalah cahaya jiwaku . .
Aku bahagia mengenang kasihmu . .
Nafas syahduku abadi untukMu . .
Senandung jiwa tuk temani engkau disana . .


Thar dan juga Izz kini menjadi penjual koran keliling, hidup mereka susah karena ditinggal oleh orangtuanya. Tapi cita-cita dihatinya tetap membara menjadikan penyemangat hidupnya.



Tunggu Aku,
Kelak kasih indah itu kan persatukan kita . .
Satukan jiwa dalam dekapmu . .
Dalam syahdu syurga kulantunkan rinduku . .


Ketika sedang berjualan
"Izz awas" teriak Thar sambil mendorong Izz ke depan karena hampir ketabrak oleh mobil
Tapi ternyata kejadian yang tak diinginkanpun terjadi. Thar tertabrak mobil oleh seorang pemuda yang sedang mabuk, sedangkan Izz terbentur kepalanya karena terlalu kaget akan dorongan kakanya sehingga Izz tidak bisa menahan diri



UntukMu,
Mutiara jiwaKu . .
Ibu dan Ayah . .






                                                                                     ----THE END----












yah, pegel juga ya ternyata,, maaf ya kalo ada kesamaan nama/yang lainnya, kalo jelek atau ada yang mungkin tersinggung/apa, inimah cuman lagi iseng aja akunya.. jangan diketawain ya kalo ga nyambung.. hhehe :D (asli karangan sendiri)
* bagi yang mau tagg, like, comment silahkan aja ya:) terimakasih 
wassalamualaikum wr.wb

Sabtu, 11 Februari 2012

Aku Yang Tersakiti

Senyum itu pernah hadir di benaku,
Menghiasi di setiap hari-hariku,
Namun semua telah berlalu,
Terbawa cintamu yang semu,


Apiz (Hafiz Iqbal Latif) adalah seorang santri yang subhanallah sangat tajir. Sehingga tak heran banyak akhwat yang kagum padanya. Apiz tak pernah ambil pusing dalam masalah itu, yang penting cita-cita ia untuk menjadi seorang pengacara yang bisa berbaur tentang agamanya itu tercapai. aamiin
Suatu hari dia pergi ke mushola Masrur Zahidah (MZ) untuk melaksanakan shalat sunnat Dhuha, dilanjutkan dengan membaca ayat suci Al-Qur'an. Ketika selesai, ia bertemu dengan seseorang perempuan yang waw subhanallah.
"assalamualaikum Apiz :)" sapa perempuan cantik itu sambil memberikan senyum terindahnya.
"waalaikumsalam ya akhwat :D" jawab Apiz
Lalu perempuan itu langsung masuk kedalam mushola MZ tersebut
Langkahnya yang anggun membuat Apiz terpesona olehnya
"tunggu, siapa namamu Akhwat?" tanya Apiz menghentikan langkah perempuan itu
Perempuan itu langsung diam dan berbalik badan ke arah Apiz "namaku Syazwani Syaikhoh atau bisa dipanggil Syaz :)" jawab Syaz
"oh, terimakasih ya :D" kata Apiz sambil cengengesan
"iya, semoga kita bisa berteman lebih dekat ya, aamiin :)" kata Syaz
"tentu ;)" kata Apiz
"alhamdulillah :), maaf Apiz permisi ya, Syaz mau beribadah dulu :)" kata Syaz
"iyaiya, silahkan :D" kata Apiz
"assalamualaikum" kata Syaz
"waalaikumsalam" jawab Apiz
Setelah itu Apiz langsung memasuki kamar asramanya, dia langsung menuju ke tempat tidurnya dengan posisi duduk.
"subhanallah, ya Allah apakah tadi Apiz mimpi ya?" curhat Apiz sambil meninggikan tangannya sampai dada.
Untuk membenarkannya, Apiz mencoba mencubit tangannya sendiri
"aw, ya Allah berarti ini bukan mimpi ya? alhamdulillah :)" kata Apiz
"ya Allah, memang Kau pencipta yang amat sempurna, Engkau menciptakan seorang perempuan bernama Syaz untuk bertemu denganku di mushola MZ. Subhanallah, dia sangat cantik, baik, sopan, ramah, anggun. Setiap dia berbicara dia selalu memberikan senyum terindahnya. Apiz kagum padanya, kelak Apiz ingin mempunyai istri yang lebih baik dari itu ya Allah.. aamiin" harapan Apiz
Keesokan harinya, Apiz bertemu lagi dengan Syaz di mushola MZ
"assalamualaikum Syaz :D" sapa Apiz
"waalaikumsalam Apiz :)" jawab Syaz
"Syaz mau shoat Dhuha lagi?" tanya Apiz
"iya, Apiz mau?" kata Syaz
"iya, Apiz mau. Gimana kalo kita bareng nanti dilanjutkan dengan tadarus bersama?" kata Apiz
"alhamdulillah, iya deh ;)" kata Syaz
Mereka berdua langsung memasuki mushola tersebut. Setelah sholat sesuai dengan kata Apiz tadi, mereka berdua tadarus bersama.
"shodaqollahul'aadziim.." tutup suara indah mereka ketika selesai tadarus
"Syaz, udah ini kamu mau apa?" tanya Apiz
"mmm, Syaz mau beres-beres di asrama" jawab Syaz
"oh, boleh ga Apiz ngobrol dulu sama Syaz?" tanya Apiz
"iya, boleh ko :). Memangnya ada apa ya?" kata Syaz
"sebenarnya kemarin pertama kali Apiz bertemu dengan Syaz, Apiz kagum sama Syaz. Sampe-sampe Apiz juga memohon sama Allah SWT untuk memberikan wanita pendamping Apiz seperti Syaz, jadi gimana?" kata Apiz
"mmm.. ...." belum sempat menjawabnya, terdengar teriak orang memanggil Syaz
"assalamualaikum, didalam ada Syaz ga? assalamualaikum?" teriak seorang perempuan yang ternyata sahabatnya yang sering dipanggil Rif (Rifqah Hayyin Ibsar)
"maaf, aku harus keluar, mungkin insyaAllah besok. assalamualaikum" bisik Syaz pada Apiz sambil terburu-buru
"iya, ditunggu. waalaikumsalam" jawab Apiz
Lalu Syaz keluar mushola MZ. "waalaikumsalam, ada apa Riz?" kata Syaz
"ada orang tua kamu Syaz :)" kata Rif
"alhamdulillah dimana?" tanya Syaz dengan bangga
"ayo ikut aku" kata Rif



Kau telah pergi,
Melupakan semua janji,
Meninggalkan semua mimpi,
Kini ku sendiri yang telah tersakiti,
Keesokan harinya, Apiz langsung pergi ke mushola MZ, dia sangat tidak sabar untuk mendengar jawaban Syaz
"ya Allah, semoga Syaz menerima Apiz. Tapi kalo tidak, semoga Apiz bisa menerimanya, aamiin" harapan Apiz
Setelah menunggu lama sekitar 19 menit, dia memutuskan untuk shalat Dhuha dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an dengan waktu yang cukup panjang sekitar 2 jam. Tapi Syaz, masih belum datang.
"assalamualaikum" terdengar seorang perempuan yang hendak menunaikan shalat Dhuha
"waalaikumsalam, Syaz?" jawab Apiz yang menduga perempuan itu adalah Syaz
"maaf saya bukan Syaz, tapi saya Rif. Sahabatnya Syaz :)" kata Rif
"oh maaf ya, kalo boleh tau Syaz kemana ya?" tanya Apiz
"dia pergi sama Ushaim" jawab Rif
"Ushaim? Ushaim Dzal Aidi?" tanya Apiz
"iya :)" jawab Rif
"memangnya pergi kemana mereka?" tanya Apiz
"gatau, kemarin sih ustadz Nuri kepala sekolah asrama ikhwan atau ayahnya Syaz datang ke asrama Rif bertemu dengan ustadz Zahab kepala sekolah Rif atau ayahnya Ushaim. Mereka berdua mengobrol sangat asyik, lalu mempertemukan Syaz dengan Ushaim. Kata Syaz sih mereka dijodohkan :/" jelas Rif
"hah? dijodohkan? ya Allah..:(" kata Apiz pasrah
"iya, maaf memangnya kamu siapa ya?" tanya Rif
Tapi, Apiz langsung saja pergi keluar dengan rasa kecewanya, sambil berbicara "maaf aku harus keluar, assalamualaikum" kata Apiz dengan langkah terburu-buru
"waalaikumsalam" jawab Rif



Luka lama yang pernah mndera,
Harus terulang dengan sejuta luka,
Cintamu yang pernah tersemat di dada,
Musnah tanpa rasa yang tersisa,
Itu adalah kata-kata hatinya yang Apiz tulis di jejaring sosialnya alias di Facebook. Banyak yang like, comment tapi Apiz tak menghiraukannya.
Besoknya, Apiz melihat Syaz dengan Ushaim di mushola MZ. Mereka sedang melakukan hal-hal yang dulu pernah dilakukan Syaz dengannya. Dia merasa sangat kecewa, sangat terpukul dengan melihat kejadian itu



Aku yang tersakiti,
Aku yang di tinggal pergi,
Aku yang kau khianati,
Semua bagimu tiada arti,
Apiz langsung update di facebooknya dengan kata-kata diatas. Rif, sahabatnya Syaz mengoment status Apiz
Rifqah Hayyin Ibsar
'sabar ya Apiz, aku ngerti ko perasaan kamu. Aku tau kata-kata ini buat siapa ;) SEMANGAT ya, jangan putus asa :D'
Hafiz Iqbal Latif
'iya, makasih ya ;)'
Rifqah Hayyin Ibsar
'siip ;)'


Namun..
Semua telah berlalu,
Dan lihatlah aku,
Ku yakin bisa tanpamu..!!


Setelah kejadian itu, Apiz merasa senang karena selalu dihibur, dikasih semangat oleh sahabatnya Syaz yaitu Rif. Sampai akhirnya Apiz merasakan getaran yang sangat aneh alias perasaan suka dan sayangnya pada Rif.
"Rif, mau ga kamu jadi pacar Apiz?" tanya Apiz
"hah? ga salah? aku mimpi ga sih?" tanya Rif yang terkejut
Lalu Apiz mencubit pipi lembut Rif.
"aw.. sakit :(" teriak Rif sambil mengusap pipinya
"iyaiya, maaf deh. Abis tadi Rifnya nanyain mimpi apa engga sih.." kata Apiz
"hhehe iya :D" kata Rif sambil cengengesan
"jadi gimana?" tanya Apiz
"gimana apanya?--" jawab Rif
"jjah udah lupa.. yang tadi?" kata Apiz sambil ketawa
"oiyaiya kan disengajain :p.. mm terima ga ya? :D" kata Rif
"terima aja deh ya, plis --"" kata Apiz memohon
"Rif kabulin deh harapan Apiz :D" kata Rif
"alhamdulillah, makasih ya" kata Apiz
"iya, sama-sama ;)" kata Rif
Alhamdulillah, hubungan mereka pun langgeng sampai ke pernikahan tiba. Mereka berdua hidup bahagia.






                                                    -------THE END-------












yah, pegel juga ya ternyata,, maaf ya kalo ada kesamaan nama/yang lainnya, kalo jelek atau ada yang mungkin tersinggung/apa, inimah cuman lagi iseng aja akunya.. jangan diketawain ya kalo ga nyambung.. hhehe :D (asli karangan sendiri)
* bagi yang mau tagg, like, comment silahkan aja ya:) terimakasih 
wassalamualaikum wr.wb

Untuk Kamu

Rindu ini bagai air yang mengalir..


ya, seorang pemuda tampan bernama Muthliq Syaikhoh alias "Aik" sangat merindukan sahabatnya yang sudah 4 tahun tidak bertemu. Seorang sahabat yang selalu menemaninya jika kesepian, membenarkan jika Aik berbuat salah, dll. Dia seorang perempuan yang sangat shalehah, namanya Jameela Firqah Diniyy alias "Mila".



Hanya dia yang mengerti


Pada suatu hari, Jihadi Basil alias "Jihad" sahabat lelakinya Aik mengajak ke suatu tempat, dimana tempat itu menjadi sebuah kenangan indah ketika Aik dan Mila bersama. Jihad tahu betul semua tentang Aik ataupun Mila, karena keduanya selalu curhat dikala Aik dan Mila berantem. Ternyata, Aik mulai suka pada Mila. Namanya aja Jameela artinya kan cantik, ya tentu saja Mila itu cantik luar dalam, itu yang membuat Aik jatuh hati padanya.
"ayolah lu ikut gua" ajak Jihad
"kemana sih? gua lagi males nih" kata Aik
"ayolah sob, gua punya surprise buat lu" kata Jihad mencoba memancing Aik
"ah, surprise apa sih lu? gua kaga ngerti--" kata Aik
"ya makanya, ayo ikut gua" kata Jihad sambil tarik tangan Aik dari tempat duduknya
"iya deh iya, gua mau ganti baju dulu" kata Aik yang akhirnya setuju dengan ajakan Jihad
"iya sana, yang cakep ye.. owle :p hhehehepiss :D" kata Jihad
"jah, gini juga guamah udah cakep kali, hhehe :D" kata Aik sambil cengengesan
"ah terserah lu dah, cepetan sana ganti baju lu" kata Jihad
"yes, akhirnya bisa juga :)" gumam Jihad
setelah itu mereka berangkat dan berhenti di sebuah masjid Nahid Ghali..
"lah, ko berhenti disini sih?" tanya Aik
"ya, gapapa.. pengen aja gua ajak lu kesini lagi, katanya kangen ke Mila :D hhehe" kata Jihad
"iya sih, tapi gua bakalan sakit kalo ga ketemu sama Mila langsung :'(" kata Aik
"udah tenang aja lu ah, yu masuk" kata Jihad
terdengar didalam, ada seorang perempuan yang sedang mengaji dengan suara emasnya yang sangat merdu. Suara ini mengingatkan Aik ketika sedang tadarus bersama Mila berdua dahulu. Hatinya semakin sedih, karena masih belum bisa bertemu dengan Mila
karena mendengar seperti ada orang yang menghampirinya, akhirnya perempuan itu berhenti untuk mengajinya "shodaqollaahul'aadzhiim" tutup perempuan itu yang sedang mengaji
"assalamualaikum" tanya Jihad. Dan Aik sangat kaget, kenapa Jihad malah memanggil perempuan tersebut
"waalaikumsalam" jawab suara lembut perempuan itu, sambil menoleh ke arah belakang
Dan ternyata perempuan itu adalah Mila
"Jihad, Aik.. alhamdulillah, Mila masih bisa bertemu kalian" kata Mila yang sangat kaget dengan kedatangan mereka berdua
"iya, alhamdulillah :)" dengan nada datar Jihad menjawabnya, karena ternyata Jihad selalu mengintai Mila
"Mila? ini benar kamu? Jameela Firqah Diniyy?" tanya Aik dengan kaget dan penasaran
"iya Muthliq Syaikhoh :)" jawab Mila
"alhamdulillah, kau masih ingat aku dan Jihad, maafkan aku masalah 4 tahun lalu yang lampau. Gara-gara aku, kita jadi tak pernah bertemu. Aku sangat merindukanmu Mila sahabatku :)" kata Aik
"iya alhamdulillah, sudahlah lupakan--"" kata Mila sambil menunduk
"yah, maaf ya kalo aku mengingat kejadian itu kembali" kata Aik
Dan ternyata tanpa disadarinya, Mila mulai meneteskan 1 butir airmata suci dari mata indahnya yang sangat tersinggung oleh kata-kata Aik. Untungya, Aik tidak tau Mila meneteskan air mata.
"Mila, susut airmata sucimu itu, aku sangat mengerti dengan perasaanmu :)" bisik Jihad
"iya, terimakasih" jawab Mila yang mulai sadar bahwa dia menangis dan Mila sangat kagum pada Jihad



Lalu..
Sang bayu menyapunya terbang membentuk awan kelabu


Setelah itu, mereka bertiga sering bermain ditempat yang semasa kecil telah menjadi kenangan bagi mereka. Mulai dari masjid Nahid Ghali, taman Syaikhoh Alif, panti asuhan Adnin Najwa Saniy, dll.
Aik janjian bersama Mila juga Jihad untuk bermain di taman Syaikhoh Alif. Kebetulan, disana Jihad belum datang
"Mila, boleh ga aku berbicara sesuatu?" tanya Aik
"boleh, memangnya ada apa?" jawab Mila
"sebenarnya, aku sayang banget sama kamu Mil, mungkin dulu aku pernah ngehianatin kamu. Tapi sungguh, aku ingin sekali lebih dari sahabat. Mau ga kamu jadi pacar aku? Aku janji, aku gaakan ngehianatin hati kamu ini seperti 4 tahun yang lalu" kata Aik, yang kebetulan pas dengan datangnya Jihad
"ya Allah, hancur perasaanku ini :'(, andai kau tau Mila. Aku jauh lebih sayang dan cinta sama kamu melebihi cintanya Aik padamu" gumam Jihad dengan sedih yang sebenarnya dia juga mencintai Mila tanpa diketahui oleh Mila dan juga Aik.
sontak, Milapun kaget. Dan ternyata, dia juga melihat Jihad yang memberikan kata iya pada Aik dengan wajah yang sangat sedih. Mila menjadi bingung. "Aik, sebelumnya aku sangat berterimakasih padamu. Tapi aku juga minta maaf padamu" jawab Mila
"maaf kenapa Mil? kamu gamau jadi pacar aku? :(" kata Aik dengan sedih
"bukan begitu, sebenarnya aku udah punya rasa cinta pada seseorang" kata Mila
"pasti aku kan? ;)" tanya Aik dengan sangat PD nya
"bukan" jawab Mila tegas
"hah? lantas siapa?" tanya Aik sangat sedih
"dia itu sahabatmu, Jihad" jawab Mila dengan penuh keyakinan sambil menunjuk ke arah Jihad yang berada dibelakang Aik
JLEB itulah yang dirasakan hati Aik
"hah? aku?" kata Jihad yang sangat kaget, baginya ini seperti mimpi
"iya, kamu Jihad :)" jawab Mila tersenyum
"tapi, kenapa kamu berbicara seperti ini? Jihad kan tidak suka dan cinta padamu Mila :'(" kata Aik
"maafkan aku Aik, sebenarnya aku juga mencintai Mila.. aku memendamnya karena aku tau kamu juga mencintainya" kata Jihad
"iya, aku memilih Jihad karena dia lebih dari kamu. Dia lebih mengerti tentang perasaan seorang akhwat, dll. Jadi, kamu juga mencintaiku Jihad?" kata Mila sambil menghampiri Jihad
"ya, aku mencintaimu Mila. mau ga kamu jadi pacarku?" tanya Jihad
"ya.. aku mau :)" jawab Mila



Hingga...
Mulai berteriak dan menangis di atas langit


Dengan kejadian seperti itu, hati Aik sangat sedih, malahan dia sangat benci pada Jihad karena sudah merebut Mila darinya. Dan karena itu juga tali persahabatan mereka putus, Aik menganggap Jihad sebagai musuhnya.
Sebenarnya, Jihad merasa bersalah dengan kejadian seperti ini. Tapi mungkin, Mila memang jodohnya yang Allah berikan untuknya.
5 minggu telah berlalu, Aik masih mempunyai sifat dendam pada Jihad
Suatu hari Aik sedang jalan-jalan, kebetulan melihat Jihad dan Mila sedang jalan berdua. Aik sangat cemburu melihatnya
"aku harus melakukan sesuatu" gumam Aik dengan pikiran jahatnya
dia melihat di sekelilingnya, ternyata ada toko samurai disana. Akhirnya dia memutuskan untuk memasukinya, dia memilih samurai yang kelihatannya tajam. Ketika dia melihat harganya, dia juga menyocokan dengan isi uang yang berada di dompetnya. Dan kebetulan, harganya terjangkau olehnya. Setelah dibelinya, ia langsung keluar dan menarik tangan Jihad.
"ada apa Aik? kenapa kamu menarik tangan saya?" tanya Jihad
"udah, jangan bacot lu. sekarang juga lu ikut gua!" jawab Aik sambil memaksa Jihad untuk pergi bersamanya
"Jihad mau dibawa kemana, Aik?" tanya Mila sedih
"udah, lu diem disini. Jangan ngikutin gua. Gua dateng lo pasti seneng" jawab Aik
Setelah itu, Aik memaksa Jihad untuk pergi ke suatu tempat yang sepi. Ternyata, Mila mengikutinya
Di jalan, Mila bertemu dengan temannya Wafiah An-Nasa'i alias Nasa, sehingga Mila kehilangan jejak
"assalamualaikum, hei Mila apa kabar? kenapa terburu-buru?" tanya Nasa
"waalaikumsalam, hei Nasa, alhamdulillah baik :) Jihad Nas, Jihad" kata Mila panik
"kenapa Jihad?" tanya Nasa
"ayo kita cari" jawab Mila
Nasa semakin tidak mengerti dengan Mila, tapi Nasa tetap menurutinya. Dan untungnya, mereka bertemu dengan keduanya.
Memang syetan sangat licik, dia merasuki pikiran Aik sehingga kejadian yang tak diinginkanpun terjadi
"astaghfirullah" teriak Mila karena kaget Jihad akan dibunuh oleh Aik yang sudah mempersiapkan samurainya.
ketika samurai akan menusuk pada tubuh Jihad, Mila langsung memeluknya. Dan keduanya sempat tertusuk oleh Aik
"asy - hadualla ilaaha ila - llah, waasyha - duannaa Muham - madarrosu - lullah" ucap Mila dan juga Jihad dengan terbata-bata
"innalillahi wainnailaihi raji'un" kata Nasa yang sangat kaget dan tak percaya dengan kejadian tersebut
Entah apa yang didalam benaknya Aik, yang pasti sekarang dia sangat bingung dan gelisah
Nasa langsung menelpon pacarnya yang kebetulan juga seorang polisi
"hallo assalamuaalaikum, Khoir?" tanya Nasa sambil bersedih pada pacarnya yang bernama Khoir Deeba
"waalaikumsalam, kenapa sayang? ko nada suaranya sedih?" jawab Khoir yang khawatir pada Nasa
"aku ingin kamu beserta polisi yang lain datang ke jalan Rosyiqoh Busra, cepet ya. aku mohon" kata Nasa
"memangnya ada apa disana?" tanya Khoir
"nanti kamu juga tau sendiri cepet ya, aku mohon" kata Nasa
"iya sayang, aku akan kesana" kata Khoir
"iya, makasih wassalamualaikum" tutup Nasa
"waalaikumsalam" jawab Khoir
Nasa juga menelpon pihak RS Jaiz Radhiyah untuk mengevakuasi Mila dan juga Jihad
Setelah 20 menit, akhirnya petugas RS dan polisi datang. Dan ketika melihat kejadian tersebut, polisi langsung menangkapnya.
Aik, hanya bisa pasrah. Dia harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mila dan juga Jihad langsung dibawa ke RS tersebut.
Setelah sampai di RS, ternyata keduanya sudah tidak bernyawa lagi. Nasa sedih, karena kedua temannya meninggal dunia. Kabar ini sudah sampai ke telinga Aik, dia sangat menyesali perbuatannya itu.



Berganti...
Keindahan pelangi dari cinta matahari yang ku persembahkan hanya untukMu


Setelah 7 tahun dipenjara, Aik sudah berjanji dia akan menebus semua dosa, khilaf dan kesalahannya. Sekarang, dia sudah menjadi laki-laki shaleh yang sejati. Sehingga, akhirnya dia hidup dengan seorang perempuan shalehah bernama Hidni Saleem alias Hidni. Sekarang, mereka mempunyai 1 anak laki-laki bernama Azri Habib Basyir alias Azri. Mereka bertiga hidup bahagia bersama :)





                                                                                 ------- The End -------












yah, pegel juga ya ternyata,, maaf ya kalo ada kesamaan nama/yang lainnya, kalo jelek atau ada yang mungkin tersinggung/apa, inimah cuman lagi iseng aja akunya.. jangan diketawain ya kalo ga nyambung.. hhehe :D (asli karangan sendiri)
* bagi yang mau tagg, like, comment silahkan aja ya:) terimakasih 
wassalamualaikum wr.wb

Senin, 06 Februari 2012

Jodoh Di Tangan Tuhan

7 tahun lamanya, wanita gadis cantik berkerudung ini yang bernama Tar alias Tarik Talib berpacaran yang alhamdulillah dengan seorang pemuda tampan nan shaleh bernama Aman, alias Amanat Maajid. Sekarang mereka berdua kuliah di sebuah universitas tinggi yang mengambil kejuruan menjadi seorang guru agama Islam.
Pada tanggal 4 Februari Tar berulang tahun, kebetulan sekarang masih tanggal 5 Januari jadi masih agak jauh ke hari H nya.
"kira-kira aku ngado apa ya, ke Tar.. aku ingin sekali dia bahagia denganku." gumam Aman sambil melamun disebuah taman universitasnya
"assalamualaikum, hey jangan melamun nanti ada yang lewat lho! hhahaha" kata Tar yang tentu saja mengagetkan Aman yang sedang melamun dan ikut duduk di kursi yang jaraknya kurang lebih 20cm-an
"waalaikumsalam ah kamu, bikin kaget aku aja deh.. dasar :p!!" kata Aman yang sambil bercanda pada Tar
"hhehehe :D" kata Tar
"mmm, oiya nama kamukan Tarik..." kata Aman
"iya, terus emang kenapa? tanya Tar
"Tarik itu kan artinya bintang, bener ga? kata Aman
"iya, ko tau?" tanya Tar
"iya, karna bintang kamu selalu menghiasi hatiku hahhaha ga nyambung ya?" kata Aman yang mencoba untuk menggombali Tar
"jahahaha, oh jadi ceritanya ngegombal nih? hhee" kata Tar
"iya :p :D" kata Aman
Sepulang kuliah, Aman nampak bingung dengan kado yang akan dikasih kepada Tar
"Aman, dimana kamu nak?" panggil abi Haban, ayahnya
Aman langsung menghampiri beliau "iya, ada apa bi?" menuju ke ruang tengah
"coba duduk nak" kata umi Mutarokiba atau umi Mutar, ibunya
setelah duduk "nak, abi ingin tau usiamu berapa tahun?" tanya abinya
"alhamdulillah, udah sekitar 22 bi" jawab Aman
"wah, itumah udah waktunya buat punya istri, nak" lanjut uminya
"iya benar apa yang dikatakan umimu ini, gimanaa kalau bulan depan kamu nikahi nak Tar?" usul abinya
"hhmm, Aman belum siap untuk menjadi suami shaleh bi, Aman masih belum cukup dewasa." jawab Aman
"ya sudah, gimana kalo kamu tunangan saja dengan nak Tar?" usul uminya
"nah itu, bagus sekali ide umimu itu, abi sangat setuju" kata abinya yang mendukung umi Mutar
"mmmm, apa memang ini saja kado ulang tahunnya?" fikir Aman
"insyaAllah umi, abi nanti pas tanggal ulang tahunnya, Aman akan mempersuntingnya" jawab Aman
mendengar jawaban dari Aman, kedua orangtuanya kaget dan sangat senang.
Akhirnya, saat yang ditunggu sudah tiba..
"Aman, orangtuaku mengajak kamu beserta keluarga untuk makan malam sekalian selamatan ulang tahunku dirumah" kata Tar
"oh ya? memangnya hari ini ulang tahunmu ya? tanggal berapa sih sekarang? kira-kira jam berapa ya?" jawab Aman yang seolah-olah pura-pura lupa akan ulang tahun Tar
"iya, masa lupa :(,, sekarang tanggal 4 Februari, kira-kira jam 20.00" jawab Tar yang sedih karena Aman sudah lupa dengan hari ulang tahunnya
"oiyaya, afwan deh, selamat ulang tahun ya.. semoga menjadi istri shalehah ;)" kata Aman
"aamiin,, makasih :D" jawab Tar
Pukul 20.00 keluarga Aman beserta Aman datang tepat pada waktunya ke rumah Tar untuk memenuhi undangannya. Mereka sangat disambut hangat..
"mari-mari silahkan masuk" kata abi Wahiduddin (abi wahid ; abinya Tar)
"iya, terimakasih pak :)" jawab abi Haban
"iya, langsung ke ruang makan saja ya :)" kata umi Iklil (umi lil ; uminya Tar)
Semuanya langsung ke ruang meja makan dan berdoa untuk makan bersama. Setelah selesai, semuanya hening tidak ada suara apapun
"mungkin sekarang saatnya" gumam Aman
"Tar, umi, abi, umi Lil, dan abi Wahid.. sebelumnya Aman mau berbicara sesuatu" kata Aman yang lumayan gugup
"silahkan nak, katakan pada kami semua" kata abi Wahid
"bismillahirrahmanirrahiim, Tar sebenarnya aku sangat ingin mempersunting dirimu menjadi tunanganku. maukah kamu jadi tunangan aku?" kata Aman yang memulai pembicaraan
sontak, orangtua Aman dan Tar tercengang. Dan pastinya hati Tar pun kaget, dia senang akan kata yang dikeluarkan oleh Aman "mmm, iya aku mau jadi tunangan kamu" jawab Tar
"alhamdulillah" jawab Aman beserta keluarga Aman dan Tar
semuanya tertawa bahagia "kenapa ga langsung nikahin aja nak Aman?" tanya abi Wahid
"iya, nanti kita bisa gendong cucu kita" tambah umi Lil
"maaf umi, abi.. tapi Aman masih belum siap buat jadi suami yang shaleh dan belum cukup dewasa, tapi Aman janji akan menikahi Tar ;)" jawab Aman
"bener ya? awas kalo boong :D" kata Tar
"iya sayang :D" jawab Aman
Sudah 1 bulan, Aman menjadi tunangannya Tar. Tetapi semenjak mereka tunangan, Aman menjadi sering sakit.
"kamu kenapa? pusing lagi?" tanya Tar
"engga ko, ini pusing biasa" jawab Aman
Pasti itu yang selalu dijawab Aman ketika Tar menanyakan kondisinya


Cinta dan kasihmu tidak pernah hilang..

Meskipun kita tidak dapat bersama..

Namun cintamu akan tetap tinggal..
Di hatiku untuk selama lamanya..


kring..kring... suara hand phone Tar berbunyi, ternyata dari umi Mutar
"hallo, assalamualaikum nak Tar?" kata umi Mutar sambil menangis
"waalaikumsalam, ada apa umi? ko menangis?" jawab Tar
"Aman nak, aman dia sakit parah. Sekarang dia lagi ada dirumah sakit Jawahir ruang 56, dia sedang memanggil namamu nak :'(" kata umi Mutar
"astaghfirullah, iya umi iya, Tar langsung kesana" kata Tar
"ditunggu ya nak, wassalamualaikum" tutup umi Mutar
"waalaikumsalam" kata Tar
sesampainya dirumah sakit, "Aman, aku disini disampingmu.. kamu harus kuat ya, ingat kamu udah janji bakal nikahn aku. Kamu harus sembuh Aman" kata Tar sambil menangis
Setelah beberapa minggu, kondisi Aman semakin kritis
"maaf pak, bu kami tim dokter sudah semaksimal mungkin untuk menyembuhaknnya. Tapi semuanya saya serahkan kembali kepada Allah SWT, dan ternyata...." kata dokter Husam yang dipotong oleh umi Mutar
"ternyata apa dok?" kata umi Mutar
"ternyata Allah sudah sangat sayang pada Aman, sehingga, sehingga..." kata dokter Husam
"sehingga apa dok? pasti sehingga dia sembuh kan?" kata Tar
"sehingga dia harus meninggalkan kita semua :'(" kata dokter Husam sedih
"astaghfirullah, innalillahiwainnailaihi roji'un" kata umi Mutar menangis dan langsung pingsan
"innalillahiwainnailaihi rojii'uun, pasti dokter bercanda kan? iya kan? tunangan saya pasti kuat dok" dengan PDnya Tar berbicara seperti itu
"inilah ujian hidup, bagi kita yang mendapat musibah. Semuanya akan kembali pada sang pemilikNya" kata dokter Husam.
semuanya sedih dengan keadaan seperti ini



Meskipun mengundang derita..
Namun aku tetap tabah..
Dan menghadapi meskipun pedih..
Karna perpisahan ini Tuhan yang menentukan..


Tar harus menerima kenyataan seperti ini, karena takdir tidak bisa dirubah, karena sudah ditentukan oleh Allah SWT. Kita tidak tau kapan kita mati, senang, sedih, sial, dll


Bukan kita yang tentukan..

Dan jodoh pertemuan di tangan Tuhan..
Cuma kita harus bersabar..
Dan butuh pengorbanan..


Tar duduk di kursi taman yang menjadi kenangan indah bersama tunangannya, Aman. Dia selalu sedih, gembira, rasanya kadang tak tentu dengan fikiran yang masuk kedalamnya. Dirumah, dia memandangi meja makan yang menjadi saksi bisu janji yang diucapkan Aman untuk menikahinya. Sampai-sampai dia lupa dengan makan, sehingga badannya menjadi kurus drastis



Seandainya cinta ini ikhlas dan jujur..
Pasti akan berakhir dengan kebahagiaan..


Karena Tar stres dengan keadaan seperti itu, dia menjadi sakit dan menyusul Aman di Syurga sana.
umi Lil menangis tiada hentinya. "mi, biarkan anak kita menikah dengan Aman di Syurga sana" kata abi Wahid kepada umi Lil.






                                                                   -------------THE END-------------



yah, pegel juga ya ternyata,, maaf ya kalo ada kesamaan nama/yang lainnya, kalo jelek atau ada yang mungkin tersinggung/apa, inimah cuman lagi iseng aja akunya.. jangan diketawain ya kalo ga nyambung.. hhehe :D (asli karangan sendiri)
wassalamualaikum

Jumat, 03 Februari 2012

Rindu Akan SenyumanMu

"Jahudah Raimi"  ya disitulah Ari alias Yajri Wafi dan ke-2 sahabatnya bersekolah. Ke-2 sahabatnya itu bernama Amr alias Ihsamuddin Amr dan Ar alias Bahhar Ayyar. Ke-3nya memiliki sifat yang berbeda, diantaranya saja Ari. Dia selalu sabar jika mendapat ujian/pun musibah, dia menjalani masalah itu bagai air yang mengalir sehingga hidupnya akan selalu tenang, selain itu juga dia memiliki potensi lain yaitu berlari dengan cepat. Kedua yaitu Amr, dia sangat memiliki sifat yang sangat mulia. Dia sangat bermurah hati, dia juga selalu berusaha untuk membuat kebaikan meskipun memang godaan nafsu yang mencegahnya supaya tidak terlepas dari kelengahannya. Dan yang terakhir yaitu Ar, mungkin anak-anak lain memandangnya galak dan cerewet tapi tidak untuk Ari dan juga Amr mereka menganggap sifat sahabatnya itu sosok yang tegas.
Suatu malam, ketika mereka sudah selesai belajar mereka mulai masuk ke kamarnya masing-masing. Kebetulan, mereka bertiga sekamar. Sebelum tidur, mereka saling curhat, "eh boleh kaga gua curhat ama lu semua?" kata Ari "ya boleh lah, ya ga Ar?" kata Amr sambil menengok ke arah Ar "iya dong, kita kan pada sahabatan, santai aja kali, emang napa lu ri?" tanya Ar yang mulai penasaran "sebenernya kemaren pas gua lagi izin keluar pondok, gua ketemu sama bidadari akhwat" kata Ari yang mulai membuka curhatannya "ah ngaco lu mah, mana ada bidadari di dunia ni? emang siapa tuh ri? anak mana? lu ketemunya dimana?" Ar yang makin penasaran "nah itu masalahnya, gua kaga tau siapa namanya dan kaga tau dah anak mananya, gua ketemu di masjid Abarr" ungkap Ari yang agak kesal "emang ciri-cirinya gimana tuh ri?" kata Amr "ciri-cirinya kalo masalah tinggi ga tinggi amat atau pendek amat, sedengan lah segitumah, warna kulitnya coklat tapi manis, cerdas, tegas lagi, pokonya gitu dah" kata Ari menjelaskan "oh jadi lu suka ya ke bidadari akhwat itu?" kata Amr sambil cengengesan "mmm, kaga tau dah hahhaha" kata Ari sambil tertawa "jjahh,, ada-ada aja lu mah hahhaha" kata Ar "jiahahaha" kata Amr yang akhirnya ketawa juga "tapi gua nganggep ini bukan sebagai kesenangan lho" kata Ari "lah apaan dong?" kata Amr yang penasaran "iya nih Ari, bukannya pacaran itu enak ya, udah diperhatiin sama pacar, kalo sakit disemangatin pokonya enak dah, tapi napa lu ngomong kaya gitu?" kata Ar yang makin penasaran aja sama perkataan sahabatnya itu "iya, gua ngomong kaya gini tuh masalahnya gua kaga mau buat pacaran, gua mau pacaran asalkan gua udah nikah, kalo pacaran umumnya sih takutnya jadi zinah gua kaga mau dah" kata Ari "lah terus lo nganggep ini apaan dong?" kata Amr "masalah" ungkap Ari "hah masalah? ada-ada aja lu ri" kata Ar sambil cengengesan "iyalah masalah, kan tadi gua ...." kata Ari menjelaskan tapi sebelum omongannya selesai Ar malah memotongnya "ah udah lah gua ngantuk pengen tidur, besok lagi dah ceritanya ok?" "iya nih gua juga ngantuk" kata Amr ikut-ikutan "astaghfirullah, afwan deh ya sekarang udah jam 10.00, iya deh gua juga mau tidur" kata Ari


Saat semua masalah ini menjelma..

Aku bersedih seakan tiada hari ini..


Jam 03.30 mereka udah bersiap-siap buat pergi ke masjid Abbar untuk melaksanakan shalat Shubuh berjama'ah, ketika sampai Ari melihat seorang wanita yang ia sebut sebagai bidadari akhwatnya, dada Ari semakin berdegup kencang, tapi entah kenapa hatinya malah menangis. "Astaghfirullah, gua kagamau ingat wajah akhwat itu lagi" gumam Ari.



Walau dirimu ada di sampingku..
Tapi bagai kau ada di kejauhan..Setelah selesai shalat Shubuh berjama'ah, para santri langsung pulang ke pondoknya masing-masing. Dijalan, Amr dan juga Ar melihat Ari yang akhir-akhir ini lagi bingung dengan perasaannya, kalau bahasa gaulnya sih lagi GALAU "hei udah lah ri jangan difiirin terus nanti lu stres lagi, hehe" kata Amr sambil menepuk bahu sebelah kanannya Ari. "iya lu ah, semangat dong masa cuman gara-gara ini aja lu kaya gini, mana Ari yang dulu" kata Ar yang mencoba buat nyemangatin Ari. "ah lu berdua bisa aja deh" kata Ari sambil tersenyum. "nah gitu dong senyum, jangan kaya tadi cemberut mulu" kata Ar sambil ketawa



Amarah yang terus menerus terumbar..
Membuat semakin sesat untuk memeluk tubuhMu..

Untungnya hari ini hari Jumat, jadi libur deh ga belajar. Waktu menunjukkan pukul 07.00, Ari terlihat sedang mencari ke-2 sahabatnya itu, tapi malah ga ketemu, akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke masjid Abbar untuk shalat dhuha+ngaji. Ketika ia akan memasuki masjid terlihat seorang perempuan yang kebetulan sedang shalat dhuha juga disana, ternyata dia adalah bidadari akhwatnya Ari, tanpa pikir panjang Ari pun langsung menunaikan shalat Dhuha. Ketika Ari sedang berdzikir, ia mendengar suara lantunan ayat-ayat Allah yang keluar dari mulut wanita itu. "ya Allah, indah sekali suaranya, Subhanallah" gumam Ari, yang tidak sadar bahwa dia sedang berdzikir bukan sedang menguping. Makin lama makin ia melupakan bahwa ia sedang benar-benar berdzikir, ia malah fokus pada suara wanita itu. "shodaqollahul'aadziim" suara lantunan ayat Allah oleh wanita itu. ketika wanita itu selesai mengaji, sontak Ari pun langsung terbangun dari tempat berdzikirnya itu, dia malah memandang wanita itu. Wanita itu langsung membereskan alat shalatnya dan langsung pergi keluar. "Tunggu" kata Ari. Wanita itu langsung terhenti dalam langkahnya dan langsung menoleh ke arah Ari sambil berbicara "maaf, apakah ikhwan memanggil saya? suara lembut yang dikeluarkan wanita itu membuat dada Ari semakin berdegup kencang. "ya, boleh saya menghampirimu?" ujar Ari. "silahkan" kata wanita itu menjawab. Langkah demi langkah yang dia injak menjadi makna bahwa ia yakin, wanita itu adalah pendamping hidupnya. "kalo boleh tau, kamu namanya siapa ya? " tanya Ari. "nama saya Fauziah Shadiyah, boleh kamu panggil saya Diyah" jawab Diyah. "oh, namaku Yajri Wafi bisa dipanggil Ari, ...." kata Ari yang dipotong oleh suara wanita dari arah luar. "Diyah, Diyah" teriak  Zarina Dzakiyah alias Arin, sahabatnya Diyah. "maaf, aku harus keluar sekarang. Assalamualaikum" kata Diyah terburu-buru. "waalaikumsalam" kata Ari menjawab


Jangankan memelukmu, senyumpun tak kau kasih..
Kini aku rindu akan senyumanmu dan cintamu..

1 minggu telah berlalu, hubungan Ari semakin dekat dengan Diyah, sampai-sampai ke-2 sahabatnya terlupakan olehnya, waktunya hanya untuk Diyah seorang. Kebetulan, Amr dan juga Ar melihat Ari yang sedang terburu-buru. "eh ri bareng kita yu ke masjidnya, kita juga mau shalat Dhuha nih" kata Amr. "iyaiya bener" kata Ar. "mmm,, gimana ya?" kata Ari sambil berfikir. "lho ko gimana? aneh deh--" kata Amr. "aneh gimana? kata Ari balik bertanya. "iya aneh, lu tuh sekarang kaya gimana gitu ke kita ber-2, hubungan persahabatan kita jadi renggang abis lu kenal sama Diyah" kata Ar menjelaskan. "renggang? renggang gimana lu? lho lu ko tau Diyah? kata Ari. "iya bener kata Ar, selain renggang sama kita, lu juga renggang sama Tuhan lu, Tuhan kita Allah SWT, lu tuh sekarang nih ya kalo tiap malem lu kan suka tadarus bareng kita, nah kalo lu langsung tidur aja" kata Amr membela Ar. "ah udah sih, katanya mau shalat Dhuha, ayo" kata Ari yang tidak mau ambil pusing. Setelah mereka ber-3 shalat Dhuha, Amr dan Ar mengajak Ari untuk tadarusan, tapi Ari malah tidak mendengar ajakan mereka, ia malah ingin bertemu dengan Diyah. Kebetulan Diyah sedang berada ditaman dekat masjid Abarr. "assalamualaikum Diyah" kata Ari. "waalaikumsalam" jawab Diyah. Ari tersenyum, dia berfikir sejenak "apa ini saatnya?" gumam Ari. Dengan PDnya dia memberanikan diri untuk membicarakan sesuatu. "Diyah, boleh aku jujur?" kata Ari memulai pembicaraannya. "harus lah" kata Diyah. "sebenarnya semenjak gua ketemu sama lu, gua jatuh cinta sama lu. mau ga lu jadi pacar gua?" kata Ari. "astaghfirullah, maaf sebelumnya. sebenernya gua juga udah punya komitmen" jawab Diyah. "apaan tuh" tanya Ari. "gua punya komitmen kalo gua tuh mau pacaran kalo udah nikah, gua maunya ta'arufan aja kaga mau pacaran takut nantinya zina lagi" jawab Diyah. JLEB hati Ari sakit yang dirasanya, dia ingat dulu juga dia mempunyai komitmen seperti itu, tapi astaghfirullah syetan memang licik. "kenapa lu bengong? maaf ya mungkin jawaban gua jleb banget dihati lu, tapi gua kaga mau ngelanggar komitmen gua, gua mau tunjukin buat abi gua yang udah di syurga supaya gua jadi wanita shalehah, gua mau berduaan dengan kekasih kita semua Allah SWT." kata Diyah menambahkan. "iya gua ngerti ko, makasih ya atas jawaban lu. gua kesana dulu ya, assalamualaikum" kata Ari. "iya ok, waalaikumsalam" jawab Diyah. Ari langsung menemui ke-2 sahabatnya, ketika Ari akan memulai curhatnya, Ar malah langsung menarik tangan Amr untuk pergi karena terlalu kesalnya perasaan Ar pada Ari. Sebenarnya Amr tak tega ketika sahabatnya sedang susah malah ia tinggalkan, tapi mau gimana lagi mungkin itu yang harus Amr lakukan. Ari pun sangat sedih, dia menjadi kehilangan semuanya termasuk sahabatnya. Disana, dia mulai menyadari bahwa memang semenjak dia kenal dengan Diyah dia menjadi berubah.



Andai aku bersalah aku dengan sepenuh hati
Maaf kan aku kembalilah sayangku..

Dari pelajaran sanalah Ari mulai menjalankan kembali komitmennya, dia sudah menjadi Ari yang dulu, dan lebih baik dari yang dulu. Ar juga sudah bisa memaafkan kesalahan Ari pada waktu itu, dan Amr sangat senang melihat ke-2 sahabatnya akur kembali



Cintaku bersemi itu hanya padaMu..
Kau adalah air untuk cintaku..

ya, itulah kata-kata yang mereka ambil dari kejadian Ari tersebut



                                                               ----THE END----



maaf nih ya, kalo jelek atau ada yang mungkin tersinggung/apa, inimah cuman lagi iseng aja akunya lagi gaada kerjaan dan gaada temen, jadinya aku bikin cerpen deh.. jangan diketawain ya kalo ga nyambung.. hhehe :D (asli karangan sendiri)
wassalamualaiku