Sabtu, 11 Februari 2012

Untuk Kamu

Rindu ini bagai air yang mengalir..


ya, seorang pemuda tampan bernama Muthliq Syaikhoh alias "Aik" sangat merindukan sahabatnya yang sudah 4 tahun tidak bertemu. Seorang sahabat yang selalu menemaninya jika kesepian, membenarkan jika Aik berbuat salah, dll. Dia seorang perempuan yang sangat shalehah, namanya Jameela Firqah Diniyy alias "Mila".



Hanya dia yang mengerti


Pada suatu hari, Jihadi Basil alias "Jihad" sahabat lelakinya Aik mengajak ke suatu tempat, dimana tempat itu menjadi sebuah kenangan indah ketika Aik dan Mila bersama. Jihad tahu betul semua tentang Aik ataupun Mila, karena keduanya selalu curhat dikala Aik dan Mila berantem. Ternyata, Aik mulai suka pada Mila. Namanya aja Jameela artinya kan cantik, ya tentu saja Mila itu cantik luar dalam, itu yang membuat Aik jatuh hati padanya.
"ayolah lu ikut gua" ajak Jihad
"kemana sih? gua lagi males nih" kata Aik
"ayolah sob, gua punya surprise buat lu" kata Jihad mencoba memancing Aik
"ah, surprise apa sih lu? gua kaga ngerti--" kata Aik
"ya makanya, ayo ikut gua" kata Jihad sambil tarik tangan Aik dari tempat duduknya
"iya deh iya, gua mau ganti baju dulu" kata Aik yang akhirnya setuju dengan ajakan Jihad
"iya sana, yang cakep ye.. owle :p hhehehepiss :D" kata Jihad
"jah, gini juga guamah udah cakep kali, hhehe :D" kata Aik sambil cengengesan
"ah terserah lu dah, cepetan sana ganti baju lu" kata Jihad
"yes, akhirnya bisa juga :)" gumam Jihad
setelah itu mereka berangkat dan berhenti di sebuah masjid Nahid Ghali..
"lah, ko berhenti disini sih?" tanya Aik
"ya, gapapa.. pengen aja gua ajak lu kesini lagi, katanya kangen ke Mila :D hhehe" kata Jihad
"iya sih, tapi gua bakalan sakit kalo ga ketemu sama Mila langsung :'(" kata Aik
"udah tenang aja lu ah, yu masuk" kata Jihad
terdengar didalam, ada seorang perempuan yang sedang mengaji dengan suara emasnya yang sangat merdu. Suara ini mengingatkan Aik ketika sedang tadarus bersama Mila berdua dahulu. Hatinya semakin sedih, karena masih belum bisa bertemu dengan Mila
karena mendengar seperti ada orang yang menghampirinya, akhirnya perempuan itu berhenti untuk mengajinya "shodaqollaahul'aadzhiim" tutup perempuan itu yang sedang mengaji
"assalamualaikum" tanya Jihad. Dan Aik sangat kaget, kenapa Jihad malah memanggil perempuan tersebut
"waalaikumsalam" jawab suara lembut perempuan itu, sambil menoleh ke arah belakang
Dan ternyata perempuan itu adalah Mila
"Jihad, Aik.. alhamdulillah, Mila masih bisa bertemu kalian" kata Mila yang sangat kaget dengan kedatangan mereka berdua
"iya, alhamdulillah :)" dengan nada datar Jihad menjawabnya, karena ternyata Jihad selalu mengintai Mila
"Mila? ini benar kamu? Jameela Firqah Diniyy?" tanya Aik dengan kaget dan penasaran
"iya Muthliq Syaikhoh :)" jawab Mila
"alhamdulillah, kau masih ingat aku dan Jihad, maafkan aku masalah 4 tahun lalu yang lampau. Gara-gara aku, kita jadi tak pernah bertemu. Aku sangat merindukanmu Mila sahabatku :)" kata Aik
"iya alhamdulillah, sudahlah lupakan--"" kata Mila sambil menunduk
"yah, maaf ya kalo aku mengingat kejadian itu kembali" kata Aik
Dan ternyata tanpa disadarinya, Mila mulai meneteskan 1 butir airmata suci dari mata indahnya yang sangat tersinggung oleh kata-kata Aik. Untungya, Aik tidak tau Mila meneteskan air mata.
"Mila, susut airmata sucimu itu, aku sangat mengerti dengan perasaanmu :)" bisik Jihad
"iya, terimakasih" jawab Mila yang mulai sadar bahwa dia menangis dan Mila sangat kagum pada Jihad



Lalu..
Sang bayu menyapunya terbang membentuk awan kelabu


Setelah itu, mereka bertiga sering bermain ditempat yang semasa kecil telah menjadi kenangan bagi mereka. Mulai dari masjid Nahid Ghali, taman Syaikhoh Alif, panti asuhan Adnin Najwa Saniy, dll.
Aik janjian bersama Mila juga Jihad untuk bermain di taman Syaikhoh Alif. Kebetulan, disana Jihad belum datang
"Mila, boleh ga aku berbicara sesuatu?" tanya Aik
"boleh, memangnya ada apa?" jawab Mila
"sebenarnya, aku sayang banget sama kamu Mil, mungkin dulu aku pernah ngehianatin kamu. Tapi sungguh, aku ingin sekali lebih dari sahabat. Mau ga kamu jadi pacar aku? Aku janji, aku gaakan ngehianatin hati kamu ini seperti 4 tahun yang lalu" kata Aik, yang kebetulan pas dengan datangnya Jihad
"ya Allah, hancur perasaanku ini :'(, andai kau tau Mila. Aku jauh lebih sayang dan cinta sama kamu melebihi cintanya Aik padamu" gumam Jihad dengan sedih yang sebenarnya dia juga mencintai Mila tanpa diketahui oleh Mila dan juga Aik.
sontak, Milapun kaget. Dan ternyata, dia juga melihat Jihad yang memberikan kata iya pada Aik dengan wajah yang sangat sedih. Mila menjadi bingung. "Aik, sebelumnya aku sangat berterimakasih padamu. Tapi aku juga minta maaf padamu" jawab Mila
"maaf kenapa Mil? kamu gamau jadi pacar aku? :(" kata Aik dengan sedih
"bukan begitu, sebenarnya aku udah punya rasa cinta pada seseorang" kata Mila
"pasti aku kan? ;)" tanya Aik dengan sangat PD nya
"bukan" jawab Mila tegas
"hah? lantas siapa?" tanya Aik sangat sedih
"dia itu sahabatmu, Jihad" jawab Mila dengan penuh keyakinan sambil menunjuk ke arah Jihad yang berada dibelakang Aik
JLEB itulah yang dirasakan hati Aik
"hah? aku?" kata Jihad yang sangat kaget, baginya ini seperti mimpi
"iya, kamu Jihad :)" jawab Mila tersenyum
"tapi, kenapa kamu berbicara seperti ini? Jihad kan tidak suka dan cinta padamu Mila :'(" kata Aik
"maafkan aku Aik, sebenarnya aku juga mencintai Mila.. aku memendamnya karena aku tau kamu juga mencintainya" kata Jihad
"iya, aku memilih Jihad karena dia lebih dari kamu. Dia lebih mengerti tentang perasaan seorang akhwat, dll. Jadi, kamu juga mencintaiku Jihad?" kata Mila sambil menghampiri Jihad
"ya, aku mencintaimu Mila. mau ga kamu jadi pacarku?" tanya Jihad
"ya.. aku mau :)" jawab Mila



Hingga...
Mulai berteriak dan menangis di atas langit


Dengan kejadian seperti itu, hati Aik sangat sedih, malahan dia sangat benci pada Jihad karena sudah merebut Mila darinya. Dan karena itu juga tali persahabatan mereka putus, Aik menganggap Jihad sebagai musuhnya.
Sebenarnya, Jihad merasa bersalah dengan kejadian seperti ini. Tapi mungkin, Mila memang jodohnya yang Allah berikan untuknya.
5 minggu telah berlalu, Aik masih mempunyai sifat dendam pada Jihad
Suatu hari Aik sedang jalan-jalan, kebetulan melihat Jihad dan Mila sedang jalan berdua. Aik sangat cemburu melihatnya
"aku harus melakukan sesuatu" gumam Aik dengan pikiran jahatnya
dia melihat di sekelilingnya, ternyata ada toko samurai disana. Akhirnya dia memutuskan untuk memasukinya, dia memilih samurai yang kelihatannya tajam. Ketika dia melihat harganya, dia juga menyocokan dengan isi uang yang berada di dompetnya. Dan kebetulan, harganya terjangkau olehnya. Setelah dibelinya, ia langsung keluar dan menarik tangan Jihad.
"ada apa Aik? kenapa kamu menarik tangan saya?" tanya Jihad
"udah, jangan bacot lu. sekarang juga lu ikut gua!" jawab Aik sambil memaksa Jihad untuk pergi bersamanya
"Jihad mau dibawa kemana, Aik?" tanya Mila sedih
"udah, lu diem disini. Jangan ngikutin gua. Gua dateng lo pasti seneng" jawab Aik
Setelah itu, Aik memaksa Jihad untuk pergi ke suatu tempat yang sepi. Ternyata, Mila mengikutinya
Di jalan, Mila bertemu dengan temannya Wafiah An-Nasa'i alias Nasa, sehingga Mila kehilangan jejak
"assalamualaikum, hei Mila apa kabar? kenapa terburu-buru?" tanya Nasa
"waalaikumsalam, hei Nasa, alhamdulillah baik :) Jihad Nas, Jihad" kata Mila panik
"kenapa Jihad?" tanya Nasa
"ayo kita cari" jawab Mila
Nasa semakin tidak mengerti dengan Mila, tapi Nasa tetap menurutinya. Dan untungnya, mereka bertemu dengan keduanya.
Memang syetan sangat licik, dia merasuki pikiran Aik sehingga kejadian yang tak diinginkanpun terjadi
"astaghfirullah" teriak Mila karena kaget Jihad akan dibunuh oleh Aik yang sudah mempersiapkan samurainya.
ketika samurai akan menusuk pada tubuh Jihad, Mila langsung memeluknya. Dan keduanya sempat tertusuk oleh Aik
"asy - hadualla ilaaha ila - llah, waasyha - duannaa Muham - madarrosu - lullah" ucap Mila dan juga Jihad dengan terbata-bata
"innalillahi wainnailaihi raji'un" kata Nasa yang sangat kaget dan tak percaya dengan kejadian tersebut
Entah apa yang didalam benaknya Aik, yang pasti sekarang dia sangat bingung dan gelisah
Nasa langsung menelpon pacarnya yang kebetulan juga seorang polisi
"hallo assalamuaalaikum, Khoir?" tanya Nasa sambil bersedih pada pacarnya yang bernama Khoir Deeba
"waalaikumsalam, kenapa sayang? ko nada suaranya sedih?" jawab Khoir yang khawatir pada Nasa
"aku ingin kamu beserta polisi yang lain datang ke jalan Rosyiqoh Busra, cepet ya. aku mohon" kata Nasa
"memangnya ada apa disana?" tanya Khoir
"nanti kamu juga tau sendiri cepet ya, aku mohon" kata Nasa
"iya sayang, aku akan kesana" kata Khoir
"iya, makasih wassalamualaikum" tutup Nasa
"waalaikumsalam" jawab Khoir
Nasa juga menelpon pihak RS Jaiz Radhiyah untuk mengevakuasi Mila dan juga Jihad
Setelah 20 menit, akhirnya petugas RS dan polisi datang. Dan ketika melihat kejadian tersebut, polisi langsung menangkapnya.
Aik, hanya bisa pasrah. Dia harus bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mila dan juga Jihad langsung dibawa ke RS tersebut.
Setelah sampai di RS, ternyata keduanya sudah tidak bernyawa lagi. Nasa sedih, karena kedua temannya meninggal dunia. Kabar ini sudah sampai ke telinga Aik, dia sangat menyesali perbuatannya itu.



Berganti...
Keindahan pelangi dari cinta matahari yang ku persembahkan hanya untukMu


Setelah 7 tahun dipenjara, Aik sudah berjanji dia akan menebus semua dosa, khilaf dan kesalahannya. Sekarang, dia sudah menjadi laki-laki shaleh yang sejati. Sehingga, akhirnya dia hidup dengan seorang perempuan shalehah bernama Hidni Saleem alias Hidni. Sekarang, mereka mempunyai 1 anak laki-laki bernama Azri Habib Basyir alias Azri. Mereka bertiga hidup bahagia bersama :)





                                                                                 ------- The End -------












yah, pegel juga ya ternyata,, maaf ya kalo ada kesamaan nama/yang lainnya, kalo jelek atau ada yang mungkin tersinggung/apa, inimah cuman lagi iseng aja akunya.. jangan diketawain ya kalo ga nyambung.. hhehe :D (asli karangan sendiri)
* bagi yang mau tagg, like, comment silahkan aja ya:) terimakasih 
wassalamualaikum wr.wb

Tidak ada komentar: