Senyum itu pernah hadir di benaku,
Menghiasi di setiap hari-hariku,
Namun semua telah berlalu,
Terbawa cintamu yang semu,
Apiz (Hafiz Iqbal Latif) adalah seorang santri yang subhanallah sangat tajir. Sehingga tak heran banyak akhwat yang kagum padanya. Apiz tak pernah ambil pusing dalam masalah itu, yang penting cita-cita ia untuk menjadi seorang pengacara yang bisa berbaur tentang agamanya itu tercapai. aamiin
Suatu hari dia pergi ke mushola Masrur Zahidah (MZ) untuk melaksanakan shalat sunnat Dhuha, dilanjutkan dengan membaca ayat suci Al-Qur'an. Ketika selesai, ia bertemu dengan seseorang perempuan yang waw subhanallah.
"assalamualaikum Apiz :)" sapa perempuan cantik itu sambil memberikan senyum terindahnya.
"waalaikumsalam ya akhwat :D" jawab Apiz
Lalu perempuan itu langsung masuk kedalam mushola MZ tersebut
Langkahnya yang anggun membuat Apiz terpesona olehnya
"tunggu, siapa namamu Akhwat?" tanya Apiz menghentikan langkah perempuan itu
Perempuan itu langsung diam dan berbalik badan ke arah Apiz "namaku Syazwani Syaikhoh atau bisa dipanggil Syaz :)" jawab Syaz
"oh, terimakasih ya :D" kata Apiz sambil cengengesan
"iya, semoga kita bisa berteman lebih dekat ya, aamiin :)" kata Syaz
"tentu ;)" kata Apiz
"alhamdulillah :), maaf Apiz permisi ya, Syaz mau beribadah dulu :)" kata Syaz
"iyaiya, silahkan :D" kata Apiz
"assalamualaikum" kata Syaz
"waalaikumsalam" jawab Apiz
Setelah itu Apiz langsung memasuki kamar asramanya, dia langsung menuju ke tempat tidurnya dengan posisi duduk.
"subhanallah, ya Allah apakah tadi Apiz mimpi ya?" curhat Apiz sambil meninggikan tangannya sampai dada.
Untuk membenarkannya, Apiz mencoba mencubit tangannya sendiri
"aw, ya Allah berarti ini bukan mimpi ya? alhamdulillah :)" kata Apiz
"ya Allah, memang Kau pencipta yang amat sempurna, Engkau menciptakan seorang perempuan bernama Syaz untuk bertemu denganku di mushola MZ. Subhanallah, dia sangat cantik, baik, sopan, ramah, anggun. Setiap dia berbicara dia selalu memberikan senyum terindahnya. Apiz kagum padanya, kelak Apiz ingin mempunyai istri yang lebih baik dari itu ya Allah.. aamiin" harapan Apiz
Keesokan harinya, Apiz bertemu lagi dengan Syaz di mushola MZ
"assalamualaikum Syaz :D" sapa Apiz
"waalaikumsalam Apiz :)" jawab Syaz
"Syaz mau shoat Dhuha lagi?" tanya Apiz
"iya, Apiz mau?" kata Syaz
"iya, Apiz mau. Gimana kalo kita bareng nanti dilanjutkan dengan tadarus bersama?" kata Apiz
"alhamdulillah, iya deh ;)" kata Syaz
Mereka berdua langsung memasuki mushola tersebut. Setelah sholat sesuai dengan kata Apiz tadi, mereka berdua tadarus bersama.
"shodaqollahul'aadziim.." tutup suara indah mereka ketika selesai tadarus
"Syaz, udah ini kamu mau apa?" tanya Apiz
"mmm, Syaz mau beres-beres di asrama" jawab Syaz
"oh, boleh ga Apiz ngobrol dulu sama Syaz?" tanya Apiz
"iya, boleh ko :). Memangnya ada apa ya?" kata Syaz
"sebenarnya kemarin pertama kali Apiz bertemu dengan Syaz, Apiz kagum sama Syaz. Sampe-sampe Apiz juga memohon sama Allah SWT untuk memberikan wanita pendamping Apiz seperti Syaz, jadi gimana?" kata Apiz
"mmm.. ...." belum sempat menjawabnya, terdengar teriak orang memanggil Syaz
"assalamualaikum, didalam ada Syaz ga? assalamualaikum?" teriak seorang perempuan yang ternyata sahabatnya yang sering dipanggil Rif (Rifqah Hayyin Ibsar)
"maaf, aku harus keluar, mungkin insyaAllah besok. assalamualaikum" bisik Syaz pada Apiz sambil terburu-buru
"iya, ditunggu. waalaikumsalam" jawab Apiz
Lalu Syaz keluar mushola MZ. "waalaikumsalam, ada apa Riz?" kata Syaz
"ada orang tua kamu Syaz :)" kata Rif
"alhamdulillah dimana?" tanya Syaz dengan bangga
"ayo ikut aku" kata Rif
Kau telah pergi,
Melupakan semua janji,
Meninggalkan semua mimpi,
Kini ku sendiri yang telah tersakiti,
Keesokan harinya, Apiz langsung pergi ke mushola MZ, dia sangat tidak sabar untuk mendengar jawaban Syaz
"ya Allah, semoga Syaz menerima Apiz. Tapi kalo tidak, semoga Apiz bisa menerimanya, aamiin" harapan Apiz
Setelah menunggu lama sekitar 19 menit, dia memutuskan untuk shalat Dhuha dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an dengan waktu yang cukup panjang sekitar 2 jam. Tapi Syaz, masih belum datang.
"assalamualaikum" terdengar seorang perempuan yang hendak menunaikan shalat Dhuha
"waalaikumsalam, Syaz?" jawab Apiz yang menduga perempuan itu adalah Syaz
"maaf saya bukan Syaz, tapi saya Rif. Sahabatnya Syaz :)" kata Rif
"oh maaf ya, kalo boleh tau Syaz kemana ya?" tanya Apiz
"dia pergi sama Ushaim" jawab Rif
"Ushaim? Ushaim Dzal Aidi?" tanya Apiz
"iya :)" jawab Rif
"memangnya pergi kemana mereka?" tanya Apiz
"gatau, kemarin sih ustadz Nuri kepala sekolah asrama ikhwan atau ayahnya Syaz datang ke asrama Rif bertemu dengan ustadz Zahab kepala sekolah Rif atau ayahnya Ushaim. Mereka berdua mengobrol sangat asyik, lalu mempertemukan Syaz dengan Ushaim. Kata Syaz sih mereka dijodohkan :/" jelas Rif
"hah? dijodohkan? ya Allah..:(" kata Apiz pasrah
"iya, maaf memangnya kamu siapa ya?" tanya Rif
Tapi, Apiz langsung saja pergi keluar dengan rasa kecewanya, sambil berbicara "maaf aku harus keluar, assalamualaikum" kata Apiz dengan langkah terburu-buru
"waalaikumsalam" jawab Rif
Luka lama yang pernah mndera,
Harus terulang dengan sejuta luka,
Cintamu yang pernah tersemat di dada,
Musnah tanpa rasa yang tersisa,
Itu adalah kata-kata hatinya yang Apiz tulis di jejaring sosialnya alias di Facebook. Banyak yang like, comment tapi Apiz tak menghiraukannya.
Besoknya, Apiz melihat Syaz dengan Ushaim di mushola MZ. Mereka sedang melakukan hal-hal yang dulu pernah dilakukan Syaz dengannya. Dia merasa sangat kecewa, sangat terpukul dengan melihat kejadian itu
Aku yang tersakiti,
Aku yang di tinggal pergi,
Aku yang kau khianati,
Semua bagimu tiada arti,
Apiz langsung update di facebooknya dengan kata-kata diatas. Rif, sahabatnya Syaz mengoment status Apiz
Rifqah Hayyin Ibsar
'sabar ya Apiz, aku ngerti ko perasaan kamu. Aku tau kata-kata ini buat siapa ;) SEMANGAT ya, jangan putus asa :D'
Hafiz Iqbal Latif
'iya, makasih ya ;)'
Rifqah Hayyin Ibsar
'siip ;)'
Namun..
Semua telah berlalu,
Dan lihatlah aku,
Ku yakin bisa tanpamu..!!
Setelah kejadian itu, Apiz merasa senang karena selalu dihibur, dikasih semangat oleh sahabatnya Syaz yaitu Rif. Sampai akhirnya Apiz merasakan getaran yang sangat aneh alias perasaan suka dan sayangnya pada Rif.
"Rif, mau ga kamu jadi pacar Apiz?" tanya Apiz
"hah? ga salah? aku mimpi ga sih?" tanya Rif yang terkejut
Lalu Apiz mencubit pipi lembut Rif.
"aw.. sakit :(" teriak Rif sambil mengusap pipinya
"iyaiya, maaf deh. Abis tadi Rifnya nanyain mimpi apa engga sih.." kata Apiz
"hhehe iya :D" kata Rif sambil cengengesan
"jadi gimana?" tanya Apiz
"gimana apanya?--" jawab Rif
"jjah udah lupa.. yang tadi?" kata Apiz sambil ketawa
"oiyaiya kan disengajain :p.. mm terima ga ya? :D" kata Rif
"terima aja deh ya, plis --"" kata Apiz memohon
"Rif kabulin deh harapan Apiz :D" kata Rif
"alhamdulillah, makasih ya" kata Apiz
"iya, sama-sama ;)" kata Rif
Alhamdulillah, hubungan mereka pun langgeng sampai ke pernikahan tiba. Mereka berdua hidup bahagia.
-------THE END-------
yah, pegel juga ya ternyata,, maaf ya kalo ada kesamaan nama/yang lainnya, kalo jelek atau ada yang mungkin tersinggung/apa, inimah cuman lagi iseng aja akunya.. jangan diketawain ya kalo ga nyambung.. hhehe :D (asli karangan sendiri)
* bagi yang mau tagg, like, comment silahkan aja ya:) terimakasih
wassalamualaikum wr.wb
Menghiasi di setiap hari-hariku,
Namun semua telah berlalu,
Terbawa cintamu yang semu,
Apiz (Hafiz Iqbal Latif) adalah seorang santri yang subhanallah sangat tajir. Sehingga tak heran banyak akhwat yang kagum padanya. Apiz tak pernah ambil pusing dalam masalah itu, yang penting cita-cita ia untuk menjadi seorang pengacara yang bisa berbaur tentang agamanya itu tercapai. aamiin
Suatu hari dia pergi ke mushola Masrur Zahidah (MZ) untuk melaksanakan shalat sunnat Dhuha, dilanjutkan dengan membaca ayat suci Al-Qur'an. Ketika selesai, ia bertemu dengan seseorang perempuan yang waw subhanallah.
"assalamualaikum Apiz :)" sapa perempuan cantik itu sambil memberikan senyum terindahnya.
"waalaikumsalam ya akhwat :D" jawab Apiz
Lalu perempuan itu langsung masuk kedalam mushola MZ tersebut
Langkahnya yang anggun membuat Apiz terpesona olehnya
"tunggu, siapa namamu Akhwat?" tanya Apiz menghentikan langkah perempuan itu
Perempuan itu langsung diam dan berbalik badan ke arah Apiz "namaku Syazwani Syaikhoh atau bisa dipanggil Syaz :)" jawab Syaz
"oh, terimakasih ya :D" kata Apiz sambil cengengesan
"iya, semoga kita bisa berteman lebih dekat ya, aamiin :)" kata Syaz
"tentu ;)" kata Apiz
"alhamdulillah :), maaf Apiz permisi ya, Syaz mau beribadah dulu :)" kata Syaz
"iyaiya, silahkan :D" kata Apiz
"assalamualaikum" kata Syaz
"waalaikumsalam" jawab Apiz
Setelah itu Apiz langsung memasuki kamar asramanya, dia langsung menuju ke tempat tidurnya dengan posisi duduk.
"subhanallah, ya Allah apakah tadi Apiz mimpi ya?" curhat Apiz sambil meninggikan tangannya sampai dada.
Untuk membenarkannya, Apiz mencoba mencubit tangannya sendiri
"aw, ya Allah berarti ini bukan mimpi ya? alhamdulillah :)" kata Apiz
"ya Allah, memang Kau pencipta yang amat sempurna, Engkau menciptakan seorang perempuan bernama Syaz untuk bertemu denganku di mushola MZ. Subhanallah, dia sangat cantik, baik, sopan, ramah, anggun. Setiap dia berbicara dia selalu memberikan senyum terindahnya. Apiz kagum padanya, kelak Apiz ingin mempunyai istri yang lebih baik dari itu ya Allah.. aamiin" harapan Apiz
Keesokan harinya, Apiz bertemu lagi dengan Syaz di mushola MZ
"assalamualaikum Syaz :D" sapa Apiz
"waalaikumsalam Apiz :)" jawab Syaz
"Syaz mau shoat Dhuha lagi?" tanya Apiz
"iya, Apiz mau?" kata Syaz
"iya, Apiz mau. Gimana kalo kita bareng nanti dilanjutkan dengan tadarus bersama?" kata Apiz
"alhamdulillah, iya deh ;)" kata Syaz
Mereka berdua langsung memasuki mushola tersebut. Setelah sholat sesuai dengan kata Apiz tadi, mereka berdua tadarus bersama.
"shodaqollahul'aadziim.." tutup suara indah mereka ketika selesai tadarus
"Syaz, udah ini kamu mau apa?" tanya Apiz
"mmm, Syaz mau beres-beres di asrama" jawab Syaz
"oh, boleh ga Apiz ngobrol dulu sama Syaz?" tanya Apiz
"iya, boleh ko :). Memangnya ada apa ya?" kata Syaz
"sebenarnya kemarin pertama kali Apiz bertemu dengan Syaz, Apiz kagum sama Syaz. Sampe-sampe Apiz juga memohon sama Allah SWT untuk memberikan wanita pendamping Apiz seperti Syaz, jadi gimana?" kata Apiz
"mmm.. ...." belum sempat menjawabnya, terdengar teriak orang memanggil Syaz
"assalamualaikum, didalam ada Syaz ga? assalamualaikum?" teriak seorang perempuan yang ternyata sahabatnya yang sering dipanggil Rif (Rifqah Hayyin Ibsar)
"maaf, aku harus keluar, mungkin insyaAllah besok. assalamualaikum" bisik Syaz pada Apiz sambil terburu-buru
"iya, ditunggu. waalaikumsalam" jawab Apiz
Lalu Syaz keluar mushola MZ. "waalaikumsalam, ada apa Riz?" kata Syaz
"ada orang tua kamu Syaz :)" kata Rif
"alhamdulillah dimana?" tanya Syaz dengan bangga
"ayo ikut aku" kata Rif
Kau telah pergi,
Melupakan semua janji,
Meninggalkan semua mimpi,
Kini ku sendiri yang telah tersakiti,
Keesokan harinya, Apiz langsung pergi ke mushola MZ, dia sangat tidak sabar untuk mendengar jawaban Syaz
"ya Allah, semoga Syaz menerima Apiz. Tapi kalo tidak, semoga Apiz bisa menerimanya, aamiin" harapan Apiz
Setelah menunggu lama sekitar 19 menit, dia memutuskan untuk shalat Dhuha dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an dengan waktu yang cukup panjang sekitar 2 jam. Tapi Syaz, masih belum datang.
"assalamualaikum" terdengar seorang perempuan yang hendak menunaikan shalat Dhuha
"waalaikumsalam, Syaz?" jawab Apiz yang menduga perempuan itu adalah Syaz
"maaf saya bukan Syaz, tapi saya Rif. Sahabatnya Syaz :)" kata Rif
"oh maaf ya, kalo boleh tau Syaz kemana ya?" tanya Apiz
"dia pergi sama Ushaim" jawab Rif
"Ushaim? Ushaim Dzal Aidi?" tanya Apiz
"iya :)" jawab Rif
"memangnya pergi kemana mereka?" tanya Apiz
"gatau, kemarin sih ustadz Nuri kepala sekolah asrama ikhwan atau ayahnya Syaz datang ke asrama Rif bertemu dengan ustadz Zahab kepala sekolah Rif atau ayahnya Ushaim. Mereka berdua mengobrol sangat asyik, lalu mempertemukan Syaz dengan Ushaim. Kata Syaz sih mereka dijodohkan :/" jelas Rif
"hah? dijodohkan? ya Allah..:(" kata Apiz pasrah
"iya, maaf memangnya kamu siapa ya?" tanya Rif
Tapi, Apiz langsung saja pergi keluar dengan rasa kecewanya, sambil berbicara "maaf aku harus keluar, assalamualaikum" kata Apiz dengan langkah terburu-buru
"waalaikumsalam" jawab Rif
Luka lama yang pernah mndera,
Harus terulang dengan sejuta luka,
Cintamu yang pernah tersemat di dada,
Musnah tanpa rasa yang tersisa,
Itu adalah kata-kata hatinya yang Apiz tulis di jejaring sosialnya alias di Facebook. Banyak yang like, comment tapi Apiz tak menghiraukannya.
Besoknya, Apiz melihat Syaz dengan Ushaim di mushola MZ. Mereka sedang melakukan hal-hal yang dulu pernah dilakukan Syaz dengannya. Dia merasa sangat kecewa, sangat terpukul dengan melihat kejadian itu
Aku yang tersakiti,
Aku yang di tinggal pergi,
Aku yang kau khianati,
Semua bagimu tiada arti,
Apiz langsung update di facebooknya dengan kata-kata diatas. Rif, sahabatnya Syaz mengoment status Apiz
Rifqah Hayyin Ibsar
'sabar ya Apiz, aku ngerti ko perasaan kamu. Aku tau kata-kata ini buat siapa ;) SEMANGAT ya, jangan putus asa :D'
Hafiz Iqbal Latif
'iya, makasih ya ;)'
Rifqah Hayyin Ibsar
'siip ;)'
Namun..
Semua telah berlalu,
Dan lihatlah aku,
Ku yakin bisa tanpamu..!!
Setelah kejadian itu, Apiz merasa senang karena selalu dihibur, dikasih semangat oleh sahabatnya Syaz yaitu Rif. Sampai akhirnya Apiz merasakan getaran yang sangat aneh alias perasaan suka dan sayangnya pada Rif.
"Rif, mau ga kamu jadi pacar Apiz?" tanya Apiz
"hah? ga salah? aku mimpi ga sih?" tanya Rif yang terkejut
Lalu Apiz mencubit pipi lembut Rif.
"aw.. sakit :(" teriak Rif sambil mengusap pipinya
"iyaiya, maaf deh. Abis tadi Rifnya nanyain mimpi apa engga sih.." kata Apiz
"hhehe iya :D" kata Rif sambil cengengesan
"jadi gimana?" tanya Apiz
"gimana apanya?--" jawab Rif
"jjah udah lupa.. yang tadi?" kata Apiz sambil ketawa
"oiyaiya kan disengajain :p.. mm terima ga ya? :D" kata Rif
"terima aja deh ya, plis --"" kata Apiz memohon
"Rif kabulin deh harapan Apiz :D" kata Rif
"alhamdulillah, makasih ya" kata Apiz
"iya, sama-sama ;)" kata Rif
Alhamdulillah, hubungan mereka pun langgeng sampai ke pernikahan tiba. Mereka berdua hidup bahagia.
-------THE END-------
yah, pegel juga ya ternyata,, maaf ya kalo ada kesamaan nama/yang lainnya, kalo jelek atau ada yang mungkin tersinggung/apa, inimah cuman lagi iseng aja akunya.. jangan diketawain ya kalo ga nyambung.. hhehe :D (asli karangan sendiri)
* bagi yang mau tagg, like, comment silahkan aja ya:) terimakasih
wassalamualaikum wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar